Mengenal Sistem Baru Interkoneksi SMS

by
May 31st, 2012 at 10:39 am

smsdad

Seperti yang sudah diketahui pemerintah dan pihak operator sudah sepakat untuk menggunakan sistem interkoneksi SMS. Dimana sistem baru ini akan mulai berlaku pada 1 Juni 2012 mendatang. Lalu apa yang dimaksud dengan interkoneksi SMS?

Sebelumnya sistem telekomunikasi di Indonesia menggunakan skema Sender Keep All (SKA). Dimana dengan sistem ini, operator pengirim SMS akan menjadi pihak yang mendapat keuntungan dari SMS yang dikirim. Sementara pihak operator yang menerima SMS tidak mendapat apa-apa.

Awalnya sistem SKA ini dipercaya bisa atau mampu menyeimbangkan balas-berbalas SMS. Namun kenyataannya, skema SKA ini justru membuat ketidakseimbangan trafik sehingga operator yang lebih banyak menerima SMS akan mendapat beban berlebih. Tentunya ini merugikan pihak operator yang menerima banjir SMS.

Kepala Humas dan Pusat Informasi Kementerian Komunikasi dan Informatika Gatot S. Dewa Broto menilai sistem SKA ini akan berakibat pada gangguan jaringan. “Pendapatan masuk ke operator pengirim tetapi operator penerima cuma kebagian diberatkan jaringannya,” katanya.

Jika terus dibiarkan ini akan membuat sistem telekomunikasi di Indonesia tidak akan berjalan lancar. Gangguan jaringan akan bertambah para dan sistem komunikasi bisa saja tidak bisa digunakan.

Karena alasan itulah pemerintah dan operator sepakat untuk mengganti skema SKA dengan interkoneksi SMS berbasis biaya. Dengan skema interkoneksi SMS berbasis biaya ini para pelanggan akan dikenakan biaya setiap kali mengirim SMS. Tidak ada SMS gratis.

Soal tarif interkoneksi SMS berbasis biaya, sesuai dengan perhitungan biaya pada tahun 2010 tarifnya adalah Rp 23 per SMS. Tapi, itu bukan tarif dasar yang akan dikenakan pada para pengguna. Pasalnya biaya tersebut belum termasuk biaya retail activity.

Sedangkan di dalam retail activity terdapat biaya lainnya yakni, biaya produksi, pemasaran, profit margin dan lainya. Dengan kata lain, biaya atau tarif SMS yang akan dibebankan pada pelanggan pada 1 Juni 2012 akan lebih besar dari Rp 23 per SMS.

Saat ini tarif SMS pada umumnya sudah mencapai di atas Rp 150 per SMS. Naik atau tidaknya tarif tersebut tergantung dari pihak operator. Menurut Gatot, jika pihak operator menaikan tarif SMS per 1 Juni 2012 nanti, besar kemungkinan pelanggannya akan berpindah. Ini jelas membuat operator akan beradu dalam menawarkan tarif SMS murah.

Keuntungan dari skema interkoneksi SMS berbasis biaya ini adalah tidak adanya serangan SMS spaming. SMS spaming yang berisi iklan atau promosi dari para pelanggan yang tidak bertanggungjawab akan berkurang.

Namun dengan skema baru ini sudah dipastikan pelanggan tidak akan mendapatkan SMS gratis. Semua SMS yang akan dikirim oleh pelanggan akan dikenakan biaya sesuai dengan tarif yang berlaku dari pihak operator.

Bagaimana, sudah siap untuk kehilangan layanan SMS gartis belum? :D

Comment di sini