Ingin Punya Pasar Tradisional, Swedia Belajar di Surakarta

by
June 2nd, 2012 at 1:07 pm

pasar“Di Swedia tidak ada pasar tradisional seperti di Indonesia. Misalkan ada, hanya di saat-saat tertentu dan di kota-kota tertentu” ucap Kepala Dinas pengelolaan Pasar Surakarta, Subagiyo, seperti dikutip dari tempo.co (31/5).

Pada dasarnya 9 wakil dari pemerintah kota di Swedia tersebut datang ke Surakarta untuk lebih mengenal kehidupan berdemokrasi di Indonesia. Namun sepertinya mereka juga tertarik dengan keberadaan dan pengelolaan pasar tradisional.

“Mereka ingin menjajaki kerja sama di bidang pariwisata, kesehatan, pengelolaan lingkungan kumuh, dan perdagangan, khususnya manajemen pasar tradisional” ucap Subagiyo.

Di sela-sela kegiatan menggelar diskusi dan bertukar pikiran tentang demokrasi, mereka menyempatkan diri pergi mengunjungi lokasi-lokasi seperti Pasar Gede dan Kampung Batik Kauman. Sembilan delegasi dari Swedia tersebut mewakili kota mereka masing-masing. kota-kota tersebut adalah Timra, Nynashamn,Haparanda, Vaxholm, Norrtalje, Forshaga, Vanersborg, dan Alvdalen.

Pasar Tradisional di Indonesia dinilai sudah cukup bersih. Hanya saja, mereka meragukan kesegaran barang dagangan karena melihat para pedagang tersebut menjual daging dan ikan tanpa menggunakan lemari pendingin. Sangatlah wajar mengingat semua pedagang ikan dan daging di Swedia menggunakan lemari pendingin.

Hal yang paling menarik bagi mereka adalah keragaman jenis dagangan dan tentunya tata cara pelayanan yang bisa tawar menawar. Ke depannya, pemerintah Swedia berencana untuk mengundang Pemerintah Surakarta untuk datang ke Swedia untuk melihat dan mempelajari tata cara pengelolaan pasar modern sehingga diharapkan nantinya bisa saling melengkapi.

Comment di sini