Inilah Alasan Mengapa Ribut Waidi Dirindukan

by
June 4th, 2012 at 11:20 am
Ribut Waidi

Ribut Waidi (dua dari kanan) saat membela Timnas © kmp

Nama Ribut Waidi belakangan ramai dibicarakan setelah kepergiannya menghadap Sang Pencipta. Entah memang sudah budaya, atau memang kita selalu seperti ini? Mendadak ingin tahu dan berbicara tentang seseorang setelah kepergiannya. Begitu juga dengan saya, mungkin juga Anda. Lalu siapa sebenarnya sosok Ribut Waidi ini?

Ribut Waidi adalah seorang legenda sepakbola di Indonesia. Namanya mulai dikenal dan dikenang rakyat Indonesia pada era 80an. Tepatnya pada 1987 , di Stadion Gelora Bung Karno (ketika itu masih bernama Senayan).

Ia sukses mencetak gol penentu kemenangan ketika berlaga melawan Malaysia di final SEA Games 1987. Gol tersebut terasa begitu mengharukan karena tercipta pada menit ke-105. Kemenangan tersebut juga menjadi kebanggaan tersendiri bagi rakyat Indonesia karena delapan tahun sebelumnya, di stadion dan ajang yang sama, Indonesia menderita kekalahan 0-2 dari rival yang sama, Malaysia.

Ribut Waidi lahir pada 5 Desember 1962. Sejak kecil, pria kelahiran Pati, Jawa Tengah ini memang jatuh cinta pada olah raga sepak bola dan rasa cinta itu ia wujudkan dengan keseriusannya menggeluti olah raga tersebut.

Seperti dikutip dari Kompas.com, Ribut mengawali karirnya sebagai pesepak bola pada tahun 1976. Selama 4 tahun ia membela PS Sukun Kudus. Singgah selama setahun di Persiku Kudus, ia lalu melanjutkan kariernya bersama PS Kuda Laut Pertamina Semarang (1981-1984). PSIS Semarang (1984-1992) menjadi klub terakhir sekaligus menjadi klub di mana Ribut Waidi semakin terkenal di seluruh Indonesia.

Tampil baik bersama PSIS Semarang, Ribut berhasil mendapatkan tempat sebagai pemain inti di Timnas Indonesia. Ia pun tidak menyia-nyiakan kesempatan tersebut dan berhasil menjadi pahlawan di dua laga bergengsi yang dilakoni Timnas; Final SEA Games 1987 mengalahkan Malaysia, dan final Piala Kemerdekaan III melawan Aljazair di tahun yang sama.

Kemenangan-kemenangan tersebut bukan hanya melambungkan nama Ribut Waidi secara pribadi, tetapi juga mengharumkan nama Indonesia di dunia Internasional. Berkat kontribusi Ribut, Indonesia dahulu dikenal sebagai “Macan Asia”.

Ya, dahulu memang Indonesia dikenal sebagai Macan Asia. Dahulu, bukan kini. Sepakbola Indonesia kini sepertinya terlalu sibuk, terlalu banyak konflik kepentingan antarkelompok. Mungkin keadaan seperti ini yang membuat kepergian Ribut Waidi semakin terasa, semakin dirindukan, semakin banyak dibicarakan. Seandainya…

Comment di sini