Mantan Pengawal BBC Bakar Mayat Bayi di Aceh Pascagempa

by
June 4th, 2012 at 9:57 am
Tsunami Gempa Aceh Indonesia

©Peter Dejong

Dalam sebuah buku berjudul ”Bodyguard: My Life On The Frontline”, Craig Summers mengakui bahwa ia pernah membakar mayat seorang bayi di Aceh. Pria berusia 52 tahun itu menemukan mayat bayi yang diduga baru berusia satu atau dua bulan di depan rumah yang disewa kru BBC selama meliput pasca-gempa dan tsunami di Aceh.

Peristiwa tersebut terjadi pada 7 Januari 2005. Pagi itu Summers dikejutkan oleh keberadaan mayat bayi laki-laki yang diletakkan di tangga pintu masuk rumahnya. Ia memutuskan untuk meletakkan bayi tersebut ke tempat sampah, berbalik untuk mengambil kotak kayu, lalu membakar bayi tersebut.

Menurutnya, tindakan itu ia lakukan sebagai pencegahan agar kru BBC tidak terkena penyakit. “Saat itu kami merasa bahwa itu adalah hal termudah dan paling manusiawi yang bisa kami lakukan. Ada seperempat juta orang tewas dan mayoritas tergeletak di dalam galian tanah yang terbuka di sana”, ungkap Summers kepada The Mail yang dilansir Tempo.co (3/6).

Summers, yang kini menjabat kepala keamanan SkyTV, saat kejadian tersebut bertugas sebagai pengawal kru BBC yang sedang meliput tsunami dan gempa di Aceh. Pihak BBC sendiri dikabarkan merasa tak nyaman dengan munculnya tulisan tentang pembakaran mayat dalam buku karangan Summers. Melalui Kepala Pemberitaan BBC, Fran Unsworth, dan Kepala Keamanan BBC, Paul Greeves, mereka dikabarkan berupaya merayu Summers untuk tidak menerbitkan buku biografinya itu.

Peter Leng dan Ben Brown, yang saat itu merupakan produser dan jurnalis BBC yang berada di tempat kejadian, juga menolak untuk berkomentar atas buku karangan Summers tersebut.

Comment di sini