Mobil Polisi Ternyata Masih “Doyan” Premium

by
June 4th, 2012 at 11:09 am

Seperti yang sudah diketahui Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pada 29 Mei lalu telah mengeluarkan rencana penghematan BBM bersubsidi (Premium). Dimana dalam hal ini mobil dinas pemerintahan termasuk Polisi dilarang menggunakan Premium.

Namun kenyataannya, belakangan ini masih ditemukan kendaraan patroli milik kepolisian yang menggunakan premium di SPBU. Seperti dikutip dari Tempo, salah satu mobil dinas polisi yang tertangkap menggunakan premium berasal dari Satuan Patroli Jalan Raya Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Barat.

Mobil patroli polisi Jawa Barat tersebut terlihat mengisi bahan bakar premium di SPBU yang terletak di 200 meter dari markas Polres Jakarta Utara. Sementara di SPBU di Jalan Raya Margonda, Depok, sebuah mobil jeep berpelat nomor polisi juga ikut antre di barisan premium.

Pengendara sempat marah saat petugas SPBU mengingatkan soal pembatasan BBM subsidi untuk mobil dinas. Setelah surat intruksi PT Pertamina diperlihatkan kepada pengendara, mobil langsung kabur dan meninggalkan SPBU.

SPBU di Jalan Raya Margonda, Depok, ini juga telah menolak 10 sepeda motor berpelat merah mengisi Premium dan mengarahkan pengendara untuk mengisi Pertamax. Sebagian menuruti arahan tersebut dan sebagian memilih langsung kabur dan meninggal SPBU.

Sementara itu, Kepala Satuan Lalu Lintas Kepolisian Resor Jakarta Utara Komisaris Tri Suhartanto mengaku tidak bisa menanggapi pelanggaran tersebut. “Itu bukan kewenanganku,” kata Tri.

Tri mengungkapkan pihaknya sudah memberikan sosialisasi kepada semua anggotanya terkait pembatasan BBM subsidi. Pasalnya sosialisasi ini langsung disampaikan oleh Kapolres Jakarta Utara kepada semua anggota khususnya yang memakai kendaraan dinas.

Lalu kenapa masih banyak anggota polisi yang masih mencoba untuk membeli premium. Apakah sosialisasi tidak merata ataukah anggota polisi ini tidak masuk kerja saat ada sosialisasi?

Selain merencanakan adanya penghebatan BBM, Presiden SBY juga berencana untuk melakukan penghematan konsumsi listrik. Ini semua dilakukan agar dana APBN tidak membengkak yang nantinya bisa membuat hutang negara bertambah.

Pemerintah meminta semua pihak bisa berpatisipasi untuk melakukan penghematan BBM. Nantinya mobil mewah juga akan diarahkan ke konsumsi BBM nonsubsidi dengan pemasangan stiker khusus mobil mewah.

Comment di sini