Bukti Nyata Bahaya Sinar Matahari

by
June 5th, 2012 at 10:56 am

New England Journal of Medicine/Daily Mail

Memang benar kalau sinar matahari itu sangat baik bagi tubuh ketika kita berada di bawahnya dari rentang waktu pukul 8 hingga 10 pagi. Kata beberapa orang ahli, sinar matahari pagi mampu mengolah simpanan kolestrol dalam darah menjadi Vitamin D yang bagus untuk tulang. Itulah sebabnya kita sering mendengar kalau sinar matahari pagi mengandung Vitamin D, sehingga banyak ibu-ibu yang menjemur bayinya di bawah sinar matahari pagi.

Namun, tahukah Anda bahwa sinar matahari itu juga memiliki bahaya yang bisa berdampak buruk pada kulit kita?

Sinar matahari tidak sepenuhnya baik bagi kesehatan Anda, khususnya bagi kulit Anda. Kalau memang sinar matahari selamanya baik bagi kesehatan kulit, lalu mengapa produk-produk kesehatan selalu memproduksi pelembap yang dapat melindungi kulit dari paparan sinar matahari?

Ternyata sinar matahari bukan hanya dapat membuat kulit menjadi hitam, tapi juga bisa menimbulkan kerutan berlebih pada kulit Anda bahkan kanker kulit.

Matahari memiliki 2 macam jenis sinar Ultraviolet yang tembus ke Bumi, yaitu sinar Ultraviolet A dan B. Sinar Ultraviolet B atau UVB memang sangat berbahaya karena bisa langsung menyebabkan permukaan kulit Anda terbakar. Tapi sinar UV B ini masih dapat dilindungi oleh jendela kaca. Dalam artian bahwa sinar UV B tidak tembus pada jendela kaca.

Namun tidak demikian dengan sinar UV A. Sinar UV A dapat tembus sampai ke bagian terdalam kulit yang dapat menyebabkan kanker kulit. Bahkan, awan mendung saja yang menutupi langit dan sinar matahari, masih dapat ditembus oleh sinar UV A. Jangan pernah menduga dalam musim dingin yang dialami negara-negara di belahan barat Bumi akan menyelamatkan mereka sementara dari sinar UV A, nyatanya tidak sama sekali. Sinar UV A masih dapat tembus mengenai lapisan kulit Anda.

Jennifer Gordon, seorang ahli kulit dari Universitas Northwestern, mengatakan kepada Live Science bahwa sampai kapan pun manusia tidak akan luput dari bahaya yang dihasilkan sinar matahari.

Kandungan dalam sinar matahari dapat menimbulkan senyawa kimia baru dalam tubuh manusia sehingga banyak yang menyebabkan kerusakan sel dan jaringan dalam tubuh, seperti timbulnya radikal bebas pada tubuh manusia, fotokarsinogenesis, dan jenis penyakit kulit lainnya.

Memang kita membutuhkan sinar matahari dalam kehidupan di Bumi ini, tapi ada juga efek buruknya apabila terlalu lama terkena paparan sinar matahari. Bukti nyata datang dari kisah seorang mantan supir truk yang berusia 69 tahun.

Pria ini menghabiskan seluruh hari-harinya mengemudikan sebuah truk. Sehingga wajah sebelah kirinya selalu terkena paparan sinar matahari sepanjang ia mengemudikan truknya. Pria ini tidak pernah menggunakan krim anti sinar UV untuk wajah dan bagian tubuhnya. Sehingga suatu hari cucunya selalu bertanya tentang kerutan yang lebih parah pada wajah bagian kirinya, sampai akhirnya ia berkonsultasi dengan Gordon.

Penjelasan mengenai sinar UVB dan UVA di atas menjadi alasan yang jelas mengapa wajah pria ini mengalami kerutan yang lebih parah dibanding sisi wajah yang sebelahnya. Itu karena paparan sinar matahari yang terus-menerus mengenai wajahnya itu membuat lapisan dan jaringan-jaringan kulitnya mengalami penuaan yang lebih cepat.

Jadi, bagi Anda yang sangat suka berjemur di bawah sinar matahari sebaiknya berhati-hatilah sekarang, meski sudah menggunakan sun-block, ataupun lotion anti sinar UVB dan UVA.

Live Science

Comment di sini