Piala Dunia 2014 Akan Disiarkan tvOne dan antv

by
June 5th, 2012 at 10:53 am

Pertandingan sepakbola Piala Dunia 2014 di Brasil mendatang akan disiarkan dua stasiun televisi swasta di Indonesia. antv dan tvOne terpilih jadi stasiun resmi yang akan menyiarkan Piala Dunia 2014 untuk masyarakat Indonesia.

Hak siar penayangan Free to Air (FTA) Piala Dunia 2014 untuk wilayah Indonesia resmi dimiliki oleh antv dan tvOne. Inter Sports Marketing (ISM), selaku pemegang hak siar telah memasukan nama antv dan tvOne untuk penyiaran dalam daftar FIFA dan akhirnya disetujui.

Triana S. perwakilan Inter Sports Marketing (ISM) menjelaskan bahwa pihaknya yakin tvOne dan antv akan mampu mengelola penyiaran Piala Dunia 2014 dengan baik. “Selain itu tentunya kami bertujuan untuk menghibur masyarakat pecinta bola di Indonesia,” kata Triana.

CEO tvOne Ardiansyah Bakrie mengungkapkan pihaknya akan menyiarkan seluruh pertandingan Piala Dunia 2014 yang berjumlah 64 pertandingan. Ini semua dilakukan hanya untuk menghibur masyarakat penggila bola yang ada di seluruh Indonesia.

Sementara itu, CEO antv, Dudi Hendrakusuma menjelaskan pihak antv dan tvOne akan melakukan pengembangan wilayah siaran. Pihak antv dan tvOne sendiri sudah menarjetkan pada tahun 2014 nanti, wilayah siaran sudah mencakup lebih dari 190 juta masyarakat Indonesia di 33 provinsi. Jadi, Piala Dunia 2014 bisa disaksikan seluruh masyarakat Indonesia.

Duta Besar Brasil untuk Indonesia, Paulo Alberto Soares berharap dengan adanya kerjasama penyiaran Piala Dunia 2014 di Brasil ini, hubungan Indonesia dan Brasil bisa lebih dekat. Apalagi kedua negara ini sama-sama memiliki masyarakat yang menggilai sepakbola.

Ini adalah untuk yang pertama kali antv dan tvOne mendapatkan kepercayaan untuk menyiarkan Piala Dunia. Sebelumnya, hak siar selalu diberikan pada stasiun televisi yang lebih dulu berdiri yakni, RCTI atau SCTV (piala dunia 2006). Tentunya kita akan tunggu seperti apa gaya penyiaran dari antv dan tvOne ini.

Apakah tvOne akan mempertahankan konsistennya sebagai televisi Free to Air (FTA) yang belum pernah tercatat mengacak tayanganya lewat satelit?

Comment di sini