Verifikasi KPK: Kekayaan Jokowi Naik 9 M, Hendardji 20 M

by
June 5th, 2012 at 1:53 pm

JIBI/SOLOPOS/Agoes Rudianto

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini telah memverifikasi kekayaan semua calon Gubernur DKI Jakarta. Diantaranya yang sudah diverifikasi adalah cagub Joko Widodo (Jokowi) dan cagub Hendardji Soepandji.

Berdasarkan hasil verifikasi sementara, kekayaan Jokowi mengalami penaikan jumlah Rp 9 miliar dari yang sebelumnya sudah dilaporkan. Jokowi beralasan, peningkatan nilai kekayaannya dikarenakan adanya kenaikan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) pada tanah dan bangunan miliknya.

Pada tahun 2010, Jokowi melaporkan kekayaannya mencapai Rp 18.469.690.500. Sementara dari hasil verifikasi, kekayaan Jokowi saat ini Rp 27.255.767.435, ditambah uang tunai dollar US$ 9.876,23. Itu artinya kekayaan Jokowi naik Rp 9 miliar hanya dalam dua tahun.

Jokowi mengaku kalau dirinya telah memberikan keterangan kekayaan secara jujur pada pihak KPK. “Saya berharap, calon-calon yang lain juga melakukan hal yang serupa dalam menyampaikan pelaporannya kepada KPK,” kata Jokowi seperti dikutip dari detikcom, Selasa (5/6/2012).

Sedangkan jumlah kekayaan Hendardji Soepandji yang merupakan pesaing Jokowi naik pesat Rp 20 miliar dari laporannya pada April 2012 lalu. Hendardji beralasan kenaikan ini terjadi karena awalnya dia menghintung nilai rumah berdasarkan pada NJOP, dimana rumah Rp 3,4 miliar.

Pada bulan April 2012 lalu, Hendardji melaporkan jumlah kekayaannya Rp 13,4 miliar. Namun setelah KPK melakukan verifikasi lapangan, jumlah kekayaan Hendardji naik jadi Rp 32 miliar. Itu artinya kekayaan Hendardji naik Rp 20 miliar hanya dalam hitungan bulan.

Hendardji mengatakan jumlah tersebut masih bersifat sementara. Pasalnya jumlah resmi kekayaannya akan diumumkan oleh KPK pada 14 Juni 2012 mendatang. “Jadi apa yang disampaikan masih bersifat sementara. Jadi finalnya nanti 14 Juni di KPK,” jelas Hendardji.

Sementara ini, kekayaan para cagub DKI Jakarta lainnya belum diketahui. Pihak KPK yang melakukan verifikasi di rumah para cagub juga belum bersedia membocorkan hasilnya. “Kami masih melakukan pendalaman dari info-info tersebut,” jelas Cahya Hardianto yang menjadi pimpinan tugas verifikasi di rumah Walikota Surakarta, Joko Widodo atau Jokowi.

Comment di sini