Lagi-lagi Pegawai Pajak Tertangkap KPK

by
June 7th, 2012 at 1:44 pm

Pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali berurusan dengan pegawai kantor pajak. Kali ini KPK telah menangkap Pejabat Pelayanan Pajak Sidoarjo Tommy Hendratno dengan dugaan praktek suap. Tommy tertangkap basah saat menerima uang suap.

Tommy Hendratno ditangkap KPK pada Rabu, 6 Juni 2012 kemarin. Pangkat Tommy di kantor pajak diketahui lebih senior daripada Gayus Tambunan dan Dhana Widyatmika yang sudah ditangkap karena kasus korupsi.

“Pangkatnya lebih tinggi dari Gayus dan DW (Dhana Widyatmika. Dia (Tommy) adalah Kepala Seksi Pengawasan dan Konsultasi,” kata juru Bicara Direktorat Jenderal Pajak, Dedi Rudaedi seperti dikutip dari Tempo.

Tommy disebut-sebut sebagai oknum yang selama ini telah menangani 10 ribu wajib pajak di kantornya. Tommy juga menerima konsultasi pajak dari para wajib pajak yang ingin bertanya soal pajak di daerahnya.

Tommy ditangkap pihak KPK pada Rabu (6/6/2012) kemarin, sekitar pukul 14.00 WIB. Saat itu Tommy sedang berada di Warung Padang, Jalan Lapangan Ros, Tebet, Jakarta Selatan. Tommy diduga telah melakukan transaksi suap di atas Rp 200 juta.

Tommy dan kerabatnya yang ada disekitar lokasi pun dibawa ke kantor KPK sekitar pukul 17.00 WIB. Hingga kini Tommy masih menjalani pemeriksaan terkait dugaan suap tersebut. Belum ada yang memberikan keterangan terbaru mengenai penyelidikan Tommy.

Meski diduga Tommy Hendratno adalah merupakan lulusan Sekolah Tinggi Akuntasi Negara (STAN) sama seperti Gayus, Dedi Rudaedi meminta agar almamater pendidikan tidak dikaitkan dengan perilaku Tommy.

“Jangan mendiskreditkan satu alumni karena ini perilaku oknum,” tegas Dedi.

Gayus sendiri masuk di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) pada 1997 dan lulus pada tahun 2000. Sementara Dhana yang disebut sebagai kakak kelas Gayus masuk STAN pada tahun 1993. Dhana lulus dari STAN pada tahun 1996.

Mereka berdua (Gayus dan Dhana) kini terlibat kasus yang sama, yakni kasus korupsi uang pajak negara. Bahkan jumlahnya sudah mencapai miliaran rupiah.

Comment di sini