Ahli Terapi: Kanibal Bisa Jadi Ketagihan Makan Daging Manusia

by
June 8th, 2012 at 11:27 am

Sejumlah kasus kanibalisme beberapa minggu lalu santer terjadi di berbagai negara dan sempat menggemparkan banyak orang. Di Indonesia sendiri pernah terjadi kasus kanibalisme yang dilakukan Sumanto beberapa tahun silam.

Seorang ahli terapi, Karen Hylen dari Summit Malibu Treatment Center di California, Amerika Serikat, mencoba untuk mengungkap misteri dibalik perilaku orang yang melakukan kanibalisme.

Menurut Karen, “Mereka yang melakukan tindak kanibalisme dengan memakan daging sesama manusia bukanlah orang gila tapi mereka cenderung ke arah psikopat karena sebenarnya mereka sadar dalam melakukan tindakan itu dan mereka tahu apa yang mereka lakukan.”

Karen juga menambahkan kalau alasan yang tepat untuk kanibalisme adalah sakit pada jiwanya yang menyebabkan ketagihan untuk melakukan kanibalisme terus-menerus.

Hal ini dinilai sama dengan orang-orang pecandu narkoba yang sekali merasakan enaknya obat-obatan tersebut, kemudian otak mereka akan memberi perintah di dalam hasrat jiwa mereka untuk mencari kenikmatan seperti yang di dapat dari mengonsumsi obat-obat tersebut.

Demikian pula halnya dengan para kanibal yang dijumpai beberapa waktu belakangan ini. Awalnya di otak mereka hanyalah sebuah fantasi tentang bagaimana rasanya jika mereka melakukan hal yang sama seperti apa yang ada di film-film horor. Pemikiran itu memicu diri mereka untuk memenuhi hasrat ingin tahunya sehingga mereka mulai mencari cara untuk mencoba melakukan hal tersebut.

Sekali mereka mencoba dan merasa puas karena telah melakukan apa yang ada di dalam bayangan mereka, maka berikutnya otak mereka akan mengulang kenikmatan ketika mereka makan daging orang lain sehingga munculah hasrat untuk melakukannya lagi, setelah mereka berhasil makan daging orang lagi, maka mereka merasa puas kembali. Hal ini akan terus berkelanjutan seperti itu.

Jadi, tidak ada obat dan jenis terapi yang cukup untuk mengobatinya karena orang yang melakukan kanibalisme ini sudah tidak lagi memiliki simpati terhadap orang lain. Karena yang terpenting bagi mereka adalah pemuasan keinginan mereka untuk memakan daging orang.

Mungkin memasukkan para kanibal tersebut ke tempat rehabilitasi khusus untuk mengikuti serangkaian pemulihan pola pikir dan cara berpikir, sehingga otak mereka kembali berpikir benar dan mempengaruhi kejiwaan mereka untuk kembali berperilaku normal, bisa dilakukan sebagai salah satu cara untuk meredam tindak kanibalisme yang semakin santer terdengar.

Huffington Post

Comment di sini