Baru! Permen Kemangi Untuk Atasi Bau Mulut

by
June 11th, 2012 at 1:24 pm

Kemangi memang telah lama dikenal memiliki bau yang cukup harum dan sering dimakan sebagai lalapan atau sayur. Sayuran ini pun mudah dijumpai dan dijual dengan harga yang cukup terjangkau.

Kali ini Tim Program Kreativitas Mahasiswa Jurusan Pendidikan Kimia Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Yogyakarta memanfaatkan daun kemangi (Ocinum Canum) sebagai bahan baku permen.

Mereka memanfaatkan ekstrak daun kemangi sebagai obat herbal pencegah bau mulut. Dalam kemangi diketahui terdapat kandungan flavonoid yang bersifat antimikroba sehingga mampu mencegah masuknya bakteri, virus, dan juga jamur berbahaya bagi tubuh manusia. Winda Nirmala, Ketua Tim Program Kreativitas mahasiswa (PKM) Jurusan Pendidikan Kimia Fakultas MIPA Universitas Negeri Yogyakarta mengungkapkan hal tersebut.

Dia juga menjelaskan bahwa flavonoid berperan langsung sebagai antibiotik yang dapat mengganggu fungsi dari mikroorganisme. Biasanya kemangi digunakan untuk menghilangkan bau mulut yang sering dihidangkan sebagai lalapan, namun dia menilai cara ini kurang efektif karena hanya ada pada saat-saat tertentu.

Karena alasan inilah kemudian mereka memprakarsai pembuatan permen dari bahan kemangi yang dinilai lebih efektif daripada dimakan langsung. Masyarakat Indonesia cenderung menghindari makanan yang berbau tajam seperti durian, jengkol dan juga petai. Bau mulut timbul karena bakteri dan juga sisa-sisa makanan yang tertinggal dalam mulut.

Pembuatan permen kemangi juga tidak terlalu sulit. Hal yang perlu dilakukan adalah mencuci bersih daun kemangi yang kemudian diblender sampai halus. Hasilnya disaring dengan menggunakan saringan 200 mesh kemudian ekstrak dari hasil saringan ini dibuat dari 25 persen, 50 persen 75 persen sampai 100 persen.

Ekstrak daun kemangi ini kemudian dimasak dan dicampur dengan glukosa dan asam sitrat sampai agak lengket. Adonan ini diletakkan di atas loyang dan dibiarkan selama satu jam kemudian dicetak dan didinginkan dalam freezer selama 24 jam. Langkah terakhir adalah pengemasan. Permen ini juga diuji daya hambatnya terhadap bakteri streptococcus viridans dan juga uji penerimaan masyarakat.

Bagaimana? Bosan dengan permen mint? Tertarik untuk mencoba permen kemangi?

Comment di sini