Om Liem, Kesederhanaan, dan Kesuksesan Grup Salim

by
June 11th, 2012 at 10:46 am

Almarhum Sudono Salim atau lebih dikenal dengan Liem Sioe Liong (Om Liem), adalah pengusaha legendaris yang mendirikan Grup Salim. Om Liem, dikenal sebagai pengusaha yang sederhana walau bisnisnya sudah sangat luar biasa.

“Beliau, figure pengusaha yang sederhana,” ujar Presiden Direktur Bank Central Asia (BCA) Jahja Setiaatmadja, seperti dikutip dari Kompas, Senin (11/6/2012).

Menurut Jahja, Om Liem adalah pengusaha yang sederhana dan merakyat. Ia bahkan selalu berpikir untuk menciptakan sebuah usaha baru untuk menciptakan lowongan kerja untuk masyarakat Indonesia.

“Sejak dahulu mengharapkan agar tabungan harapan BCA bisa memasyarakat, disamping usahanya membuka bisnis baru untuk menciptakan lapangan pekerjaan,” ucap Jahja.

Saat ini Grup Salim yang didirikan oleh Om Liem, dikenal sebagai perusahaan terbesar di Indonesia. Bahkan, perusahaan ini sudah memiliki beberapa anak perusahaan yang besar pula. Salah satunya adalah Bank Central Asia (BCA).

Bisnis Om Liem mulai berjaya ketika dia mulai dekat dengan mantan Presiden Soeharto. Persahabatan antara Om Liem dan mantan Presiden Soeharto merupakan bagian dari cerita panjang sejarah Orde Baru.

Om Liem, kemudian mulai menggandeng sahabatnya Djuhar Sutanto, Ibrahim Risjad dan Sudwikatmono mendirikan PT Waringin Kentjana, yang merupakan cikal-bakal impremium bisnis Grup Salim. Hingga Soeharto menjadi Presiden, keduanya sepakat untuk membuat pabrik tepung terbesar.

Om Liem dan mantan Presiden Soeharto sepakat untuk mendirikan PT Bogasari Flour Mills-cikal-bakal Indofood di Jakarta dan Surabaya. Kini anak perusahaan Grup Salim ini terkenal lewat produk mie instannya.

Berikut anak perusahaan Grup Salim yang sudah terkenal:
- Bank Central Asia (BCA)
- Indofood
- Indomaret
- Bogasari
- Djarum
- Nestle
- Wings

Sejak kerusuhan meletup pada Mei 1998, Om Liem memilih menghabiskan hari tuanya di Singapura. Pengusaha Sudono Salim atau lebih dikenal dengan Liem Sioe Liong ini meninggal dunia di Singapura, Minggu (10/6/2012), pukul 15.50 waktu setempat. Om Liem meninggal dunia dalam usia 95 tahun.

Kini perusahaan Grup Salim sudah diserahkan kepada anaknya. “Dia mengambil keputusan penting dengan menyerahkan usahanya ke anaknya, Anthony Salim” kata Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia Sofjan Wanandi, Minggu (10/6/2012) kemarin.

Comment di sini