Sejarawan: Kain Kafan Yesus Itu Palsu

by
June 11th, 2012 at 2:42 pm

Kain yang diyakini sebagai kain kafan Yesus ternyata palsu. Menurut sejarawan gereja Antonio Lombatti mengatakan bahwa kain kafan itu bukan kain kafan asli melainkan hanya kain kafan dari Turin biasa. Kain kafan Turin ini memang banyak beredar pada abad pertengahan.

Menurut Lombatti, kain kafan Turin adalah kain yang berasal dari Turki sekitar 1.300 tahun setelah penyaliban Yesus. Dalam kain ini terdapat sebuah gambar pria berjenggot yang dipercaya mirip dengan Yesus.

Dulu, kain ini banyak beredar di kalangan umat Kristen karena ada gambar mirip Yesus tersebut. Pada Revolusi Prancis sebagian besar kain kafan Turin ini dihancurkan. Dan yang diyakini sebagai kain kafan Yesus itu adalah salah satu dari kain kafan dari Turin yang lolos dari pemusnahan.

“Kain kafan Turin hanya satu dari banyak kain kafan yang beredar di dunia Kristiani selama abad pertengahan. Ada minimal 40 temuan,” ujar Antonio Lombatti.

Lombatti mengatakan dari 40 temuan kain kafan Turin ini terdapat beberapa kain yang ada bercak darahnya. “Ada yang menunjukkan gambar Yesus, memiliki jejak tetesan darah, dan lainnya hanya kain putih,” kata Lombatti seperti dikutip dari VIVAnews.

Karena banyaknya temuan itulah, kain kafan dari Turin yang diyakini sebagai kain kafan Yesus itu dinyatakan palsu. Kain kafan dari Turin itu hanya kain kafan biasa yang pernah populer pada abad pertengahan.

bloggerheads

Kain kafan Turin ini terbuat dari kain linen dengan ukuran persegi 14×14 kaki. Bagian depan dan belakang terdapat sebuah gambar muka pria berjenggot terbaring telanjang setelah mengalami penyiksaan.

Meskipun terdapat gambar mirip Yesus itu, Lombatti menduga kain kafan itu diberikan kepada ksatria Prancis bukan Yesus. Ksatria tersebut adalah Geoffroy de Charny sebagai kenangan perang salib ke Smyrna, Turki, tahun 1346.

Terlepas dari semua itu, kain kafan dari Turin ini sudah menguntungkan pihak gereja Italia. Pasalnya sejak kabar kain kafan Yesus ini meluas, banyak sekali para wisatawan yang datang ke Italia hanya untuk melihat kain Turin tersebut. Padahal, semua penelitian menunjukkan bahwa kain kafan bukanlah kain kafan yang digunakan untuk jenazah Yesus Kristus.

Comment di sini