Warga Tak Terima Lampung Disebut Sebagai Kota Terkotor

by
June 11th, 2012 at 12:05 pm

Tribun Lampung/Ira Widya

Ratusan warga Bandar Lampung serbu Kantor Kementerian Lingkungan Hidup (KemenLH), di Jalan Di Panjaitan Kav 24 Kebon Nanas, Jakarta Timur, Senin (11/6/2012). Mereka tidak terima dengan pernyataan bahwa Lampung adalah kota terkotor kedua di Indonesia.

Sekitar 350 warga melakukan aksi protes atas hasil penilaian yang menyatakan Bandar Lampung adalah kota terkotor. Ratusan warga ini terdiri dari Majelis Penyeimbang Adat Lampung, aliansi mahasiswa dan pemuda, serta forum lurah dan RT Kota Bandar Lampung.

Tak berapa lama, akhirnya pihak KemenLH mengizinkan beberapa perwakilan warga Bandar Lampung untuk masuk ke dalam kantor. Nantinya perwakilan dari warga ini akan melakukan perundingan dengan wakil KemenLH.

Petugas yang diutus KemenLH sendiri adalah Deputi Pengelolaan Limbah B3 dan pengelolaan sampah, Kepala Teknis Penilaian Adipura, serta Biro Umum KemenLH. Nantinya mereka akan mencoba mencari jalan tengah terkait masalah ini.

Selain warga yang menyerbu kantor KemenLH, ratusan petugas kebersihan Dinas Kebersihan dan Pertamanan Bandar Lampung juga melakukan aski protes di halaman Kantor Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Daerah (BPLHD) Provinsi Lampung. Mereka mengaku tidak terima dengan predikat Bandar Lampung sebagai kota kotor.

Ratusan petugas kebersihan melakukan aksi lempar sampah di Kantor BPLHD di Jalan Basuki Rahmat, Bandar Lampung, Senin (11/6/2012). Mereka menaburkan sampah yang dibawa menggunakan motor bak pengangkut di halaman kantor BPLHD Lampung.

Hingga berita ini diturunkan, aksi unjuk rasa melempar sampah di Kantor BPLHD Bandar Lampung ini masih terus berlanjut. Akibatnya, daerah disekitar kantor BPLHD tercium bau yang tidak enak dari sampah-sampah yang dibawa para pendemo tersebut.

Para petugas kebersihan itu mengaku kecewa dengan pihak BPLHD yang menilai kotanya sebagai kota terkotor kedua di Indonesia. Padahal pihak BPLHD Bandar Lampung sendiri ikut menjadi juri dalam penilaian tersebut.

Semua warga dan petugas kebersihan tersebut menutut pihak terkait untuk mencabut pernyataannya. Warga juga menuntut permintaan maaf secara tertulis dari pihak terkait kepada seluruh warga Bandar Lampung.

Comment di sini