10 Mitos Seputar Kulit Keriput

by
June 12th, 2012 at 9:04 am

Bagi sebagian besar perempuan, kulit keriput menjadi hal yang amat dikhawatirkan. Beragam cara dilakukan untuk mencegah keriput yang pasti datang tanpa diundang.

Pembahasan soal kulit keriput sudah sering ditampilkan, terutama tentang bagaimana cara mengatasinya. Namun, beragam informasi terkait proses penuaan manusia ini masih sedikit diketahui.

Simak 10 mitos seputar kulit keriput berikut untuk menambah wawasanmu:

1. Tengkurap dapat menyebabkan keriput

Ternyata mitos yang satu ini memang benar. Posisi tidur yang salah dapat menyebabkan timbulnya masalah keriput pada wajah. Jika sering tidur dengan posisi miring atau tengkurap, gesekan dan gaya gravitasi dapat memunculkan kerutan di wajah. Tidur telentang baik untuk kecantikan kulit kamu.

2. Senam muka dan tertawa cegah keriput

Tertawa memang memiliki banyak efek yang baik bagi tubuh seperti awet muda dan juga peningkatan kekebalan tubuh. Tetapi terlalu ekspresif saat tertawa bisa menyebabkan otot wajah bergerak berlebihan. Jika diiringi dengan penipisan kulit karena itu, bisa dipastikan akan membuat bekas lekukan yang disebut dengan keriput mekanis yang sering terjadi di dahi dan mata.

3. Keriput hanya terjadi saat tua

Mitos kali ini tidak seluruhnya benar karena tanda dan proses penuaan dimulai pada saat usia 25 tahun, biasanya berupa penurunan elastisitas kulit dan kolagen. Namun jika kamu memiliki gaya hidup yang sehat dan perawatan kulit yang tepat, hal itu dapat mencegah kerutan muncul lebih dini.

4. Keriput itu keturunan

Mitos yang ini memang benar bahwa faktor genetis juga berperan dalam terbentuknya keriput. Jika di dalam keluarga kamu terdapat anggota yang memiliki kerutan di sekitar mata dan juga kulit yang cenderung kering, bisa jadi kamu akan memiliki kondisi yang sama.

5. Keriput tidak dipengaruhi hormon hanya kadar kelembaban kulit

Mitos ini jelas salah besar karena ternyata keriput juga dipengaruhi oleh hormon. Hormon kortisol adalah hormon yang paling berpengaruh, biasa diproduksi pada saat stres. Jika produksi hormon estrogen menurun, akan berpengaruh pada kerutan kulit pada perempuan. Hormon testosteron pada pria juga memiliki pengaruh yang serupa, tetapi tidak sebesar hormon estrogen pada perempuan.

6. Masalah penglihatan ikut menimbulkan kerutan di dahi

Mitos yang ini memang benar. Biasanya orang akan memicingkan mata agar pandangan jadi lebih jelas. Hal ini akan menyebabkan otot-otot di sekitar mata, dahi dan juga alis akan bekerja keras secara berulang. Hal ini akan membuat masalah kerutan menjadi bertambah parah. Jika kamu merasa ada yang salah dengan penglihatan, segera hubungi dokter dan gunakan kacamata agar otot-otot d isekitar mata dan dahi dapat rileks kembali.

7. Botox cara ampuh basmi kerutan

Mitos yang satu ini jelas tidak benar. Berhati-hatilah dalam memilih perawatan kulit yang keriput baik.  Mengenali jenis keriput dan sesuai dengan usia bisa menjadi cara yang paling aman dan efektif. Untuk keriput yang dangkal, krim antiaging sudah cukup. Sedangkan untuk yang lebih dalam, mikrodemabrasi dan juga peeling bisa jadi pilihan. Botox dan operasi memang bisa digunakan agar lebih praktis namun perhitungkan juga resikonya.

8. Kulit orang Asia lebih cepat keriput

Hal ini tidak benar karena sebenarnya kulit orang Kaukasia lebih rentan terhadap keriput daripada kulit orang Asia. Struktur kulit orang Asia lebih tebal dan berminyak.  Walaupun berada di lingkungan yang terkena paparan sinar UV lebih tinggi namun kelembaban daerah tropis juga lebih tinggi sehingga kulit tidak menjadi kering.

9. Kerja lapangan rentan keriput daripada pekerja kantoran

Kedua jenis pekerjaan ini memang memiliki resiko tinggi namun bukan berarti pekerja lapangan memiliki resiko lebih tinggi. Paparan sinar matahari memang tidak baik untuk kulit namun berada di ruangan ber-AC dapat membuat kulit menjadi kering dan memicu timbulnya keriput. Oleh karena itu sunscreen bagi pekerja lapangan dan pelembab bagi pekerja kantoran adalah barang wajib.

10. Orang diet dan kurus lebih cepat keriput

Diet yang menyebabkan kekurangan gizi memang dapat memicu kerutan pada kulit. Menurunnya kadar vitamin, protein dan juga mineral yang diserap oleh tubuh dapat membuat sistem imunitas juga turun. Zat-zat penting itu berperan dalam penggantian sel-sel kulit yang mati dan rusak serta menjaga kelembaban dan elastisitas kulit. Konsumsi buah dan sayur yang banyak mengandung vitamin C dan antioksidan dapat membantu mengatasi masalah ini.

Itu dia 10 mitos seputar kulit keriput, sebaiknya mulai perawatan sejak dini agar kulit tetap kencang dan awet muda sampai tua.

Comment di sini