Kebiasaan Suku di Kalimantan Jadi Olahraga Populer di Jepang

by
June 12th, 2012 at 2:32 pm

Times Live

Semakin maraknya jenis olahraga modern saat ini membuat beberapa olahraga zaman dulu mulai tersingkir. Apalagi bulan ini adalah bulannya untuk sepak bola. Tapi tidak bagi masyarakat Jepang. Orang tua dan para pensiunan di Jepang masih tertarik untuk mengikuti olahraga meniup panah.

Sperti dikutip dari Reuters, kebiasaan meniup panah ini merupakan bentuk pertahanan diri yang digunakan oleh suku-suku yang tinggal di hutan tropis Kalimantan. Ternyata kegiatan meniup panah yang tadinya dijadikan senjata malah sekarang menarik perhatian penduduk Jepang karena di negeri yang baru saja dilanda gempa dan tsunami hebat inilah kegiatan meniup panah ini berkembang menjadi sebuah olahraga.

Hampir saja olahraga ini juga tenggelam karena banyaknya olahraga baru dan aneh-aneh bermunculan. Tapi hanya dalam waktu 5 tahun, sebuah klub perkumpulan untuk olahraga meniup panah ini berhasil mendapat anggota sebanyak 30.000 orang,  Di antaranya terdapat 600 orang pensiunan.

Tidak perlu bingung mengapa orang yang sudah berusia istimewa saja masih mau ikut dalam olahraga ini. Sebenarnya memang olahraga ini sangat gampang diikuti oleh siapapun.

Olahraga yang dikenal dengan nama Fukiya di Negeri Sakura ini bahkan bisa diikuti oleh orang yang memiliki anggota tubuh yang kurang sempurna. Mereka yang mengalami cacat fisik dan duduk di kursi roda juga bisa mengikuti olahraga ini, bahkan yang tidak memiliki tangan sekalipun juga bisa mengikuti olahraga meniup panah ini.

Olahraga meniup panah sangatlah mudah, karena hanya mulut yang digunakan sebagai elemen penting. Pesertanya hanya diharuskan meniup corong panah sepanjang 120 cm yang sudah diisi dengan anak panah. Panah yang ditiupkan harus tepat mengenai target.

Mitos yang berkembang di kebudayaan Jepang, meniup panah ini dulu sering dilakukan oleh ninja dan juga pembunuh berdarah dingin yang sadis. Tapi sebenarnya, meniup panah ini baru benar-benar dijadikan olahraga pada tahun 1998 oleh seorang pemuda Jepang yang ingin melatih pernapasannya setiap hari.

Oleh karena itu, olahraga ini dinilai sangat baik bagi orang-orang tua sekalipun. Sebab di usia istimewa seperti mereka yang sudah memasuki masa 70 tahun ke atas, mungkin agak susah untuk melakukan olahraga lain, tapi dengan meniup panah, paru-paru dan sistem pernapasan lainnya tetap dapat dilatih sehingga tetap bekerja dengan baik.

Peningkatan populasi olahraga meniup panah ini akan berjalan sebanding dengan meningkatnya populasi penduduk Jepang yang menua. Diprediksi, pada 2060 penduduk yang memasuki usia > 65 tahun akan mencapai 35 juta orang atau 40% dari populasi negara Jepang. Tapi belum tentu semua orang tua akan ikut dalam olahraga meniup panah ini, karena tidak semua orang dalam usia istimewa seperti itu tertarik dengan olahraga ini. Setidaknya olahraga tradisional ini tidak terlupakan.

Reuters

Comment di sini