Mengumpat di Depan Umum Bisa Kena Denda

by
June 12th, 2012 at 1:45 pm

Fox News

Berhati-hatilah, bagi mereka yang masih suka mengumpat dan hendak pergi ke Massachusetts, lebih tepatnya di Middleborough. Kali ini kepolisian daerah Middleborough mengajukan aturan baru untuk mendenda penduduknya yang berani mengumpat atau mengucapkan kata-kata kotor di depan umum.

Wilayah Middleborough yang memiliki penduduk sebanyak 20.000 jiwa dan terkenal dengan buah cranberry-nya ini, sejak tahun 1968 sudah memulai rancangan undang-undang untuk mendenda warganya yang mengumpat atau mengucapkan kata-kata kotor  di depan umum. Namun, rancangan ini masih belum dapat tanggapan dari Mahkamah Agung Amerika Serikat sampai saat ini.

Alhasil, rencana untuk mendenda warga yang mengucapkan kata-kata tidak sopan bahkan mengumpat orang lain di depan umum, masih harus diproses lebih lanjut lagi.

Tanggapan beberapa warga mengenai peraturan baru yang akan diterapkan ini disambut positif. Banyak orang yang setuju bahwa penggunaan kata-kata kotor di tengah-tengah publik sangat mengganggu.

Seperti yang diungkapkan oleh pemilik bisnis suku cadang mobil, Mimi Duphily, bila karyawannya menggunakan kata-kata kotor dan senonoh ketika melayani pelanggan, pasti itu akan membuat pelanggan merasa kurang nyaman. Hal ini juga bisa berdampak pada angka penjualan. Duphily sangat berharap kalau aturan baru ini akan segera diterapkan.

Tapi tidak semuanya setuju dengan aturan baru ini. Seperti Matthew Segal, seorang direktur hukum untuk American Civil Liberties Union untuk Massachusetts. Ia mengatakan bahwa Mahkamah Agung tidak akan mengeluarkan hukuman tentang pembicaraan di depan publik hanya karena itu mengandung kata-kata kotor dan tidak sopan. Lagipula, mereka yang sudah terbiasa mengucapkan kata-kata kotor seperti itu tidak akan merasa begitu terganggu jika hanya dikenai denda sebesar 20 dollar Amerika.

Denda tidak cukup untuk membendung kecenderungan warga yang sudah terbiasa mengucapkan kata-kata kotor tersebut. Lalu bagaimana dengan film-film yang juga menampilkan dialog-dialog yang menggunakan kata-kata kotor?

Huffington Post

Comment di sini