Cerita Hidup Ilmuwan Berjilbab di NASA

by
June 13th, 2012 at 10:58 am

Badan Antariksa Amerika Serikat (NASA) ternyata mempunyai satu staf perempuan yang beragama Islam. Yang lebih hebatnya lagi, wanita ini selalu mengenakan jilbab sesuai kewajibannya sebagai seorang muslim.

Wanita tersebut adalah Tahani Amer. Ia adalah seorang doktor bidang teknik dari universitas Old Dominion University di Norfolk, Virginia. Ia bekerja untuk NASA dalam bidang Computational Fluid Dynamics (CFD) atau Komputasi Dinamika Fluida.

“Aku seorang muslim Amerika, pegawai NASA, yang tumbuh di pinggiran kota Kairo, Mesir,” kata Amer, seperti dilansir di situs resmi NASA.

Amer setiap hari selalu bekerja dengan kode komputer CFD. Bahkan, dia juga sering memanjat langit-langit terowongan udara untuk memasang atau mengecek fungsi alat pengukur kecepatan angin. Namun, ini tidak membuatnya menyerah.

Wanita asal Kairo, Mesir ini mengaku sangat mementingkan pendidikan dalam hidupnya. Menurutnya, pendidikan akan mampu memberikan peluang dalam karir seseorang. “Pendidikan adalah kunci yang membuka banyak peluang,” ujar Amer.

Amer pindah dari Mesir ke Amerika Serikat pada tahun 1983 setelah ia menikah di usia 17 tahun. Ia melanjutkan pendidikan di Amerika namun sering mengalami kendala dalam berbahasa Inggris. Meskipun tidak bisa berbahasa dengan baik, Amer tidak menyerah.

Amer selalu mendapatkan nilai baik di pelajaran Matematika. Sejak itulah dia mulai yakin bahwa teknik adalah karir yang tepat untuknya dimasa depan nanti. “Saya tidak bisa bicara satu katapun dalam Bahasa Inggris. Tapi saya bisa memperoleh nilai A dalam mata pelajaran itu (matematika),” cerita Amer.

Amer berhasil lulus dibidang teknik meski tanpa gelar. Tak lama, Amer kembali menempuh pendidikan dan berhasil mendapatkan gelar sarjana teknik, dan master di teknik aeronautika, hingga gelar doktor di bidang teknik.

Amer mulai bekerja di NASA pada tahun 1992, di proyek CFD. Ia mengaku tidak pernah merasa bosan bekerja di NASA. Baginya pekerjaannya sekarang adalah pekerjaan yang penuh dengan hal-hal baru.

Selain menjadi karyawan NASA, Amer juga aktif dalam kegiatan keagamaan. Ia mengajar shalat dan mengaji di Masjid untuk anak-anak. Setelah tragedi 11 September Amer mulai berjuang untuk mengembalikan nama baik Islam dan orang muslim yang tinggal di Amerika.

“Saya juga memberi ceramah (Islam) di gereja-gereja, di banyak universitas, dan sekolah lokal. Bahkan ada surat kabar lokal yang mewawancaraiku soal Islam,” kata Amer.

Amer punya tiga prinsip dalam hidupnya yang ia pegang hingga sekarang. Pertama, melayani Tuhan maka Anda melayani semua makhluk. Kedua pendidikan adalah kunci yang membuka peluang. Ketiga berusaha melayani orang lain dengan ketulusan dan kebaikan.

Tokoh yang sangat inspiratif bukan? :)

Comment di sini