Asap Mesin Diesel Sebabkan Kanker Paru dan Tumor Kandung Kemih

by
June 14th, 2012 at 3:55 pm

Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO baru saja mendapatkan hasil riset terkait masalah kesehatan dan polusi.  WHO menyatakan bahwa sejumlah penyakit maut bisa dipicu oleh asap pembuangan dari knalpot mesin diesel.

Mereka yang berkaitan langsung dengan aktivitas mesin diesel seperti pekerja tambang dan supir truk telah mendapatkan peringatan dini terkait hasil riset terbaru ini. Dari riset tersebut, diketahui bahwa manusia rentan terkena penyakit seperti kanker paru-paru dan tumor kandung kemih apabila terlalu sering terpapar asap knalpot diesel.

Hasil riset ini sekaligus menjadi bukti pendukung klaim dari Badan Internasional untuk Penelitian Kanker atau IARC yang mengatakan bahwa asap yang dihasilkan dari mesin diesel bisa menjadi karsinogenik bagi manusia. Karsinogenik merupakan bahan yang memiliki sifat karsinogen. Bahan ini mengandung zat pemicu kanker.

Kini, asap knalpot diesel dimasukkan dalam satu daftar bahan yang bisa memicu kanker seperti sinar matahari, serpihan kayu, dan alkohol.

Christopher Portier, pemimpin penelitian, mengatakan bahwa hasil riset dari para peneliti WHO menarik. Ia mengungkapkan dunia harus mengurangi penggunaan bahan kimia ini agar tidak terganggu kondisi kesehatannya. Orang yang paling rentan terkena penyakit kanker paru-paru akibat terpapar asap mesin diesel adalah mereka yang bekerja di sektor industri.

Kurt Straif dari IARC mengatakan risiko tinggi terpapar zat karsinogen akan mengakibatkan tingginya risiko terkena kanker dan tumor. Demikian juga sebaliknya. Ia juga mengungkapkan kini dunia sudah mengupayakan untuk membersihkan asap knalpot diesel. Beberapa negara juga telah mulai menggunakan bahan bakar yang kandungan sulfurnya renda. Bahan bakar ini selain lebih aman, juga lebih praktis.

Di Inggris, Pusat Penelitian Kanker mengimbau para pengusaha serta pekerja untuk lebih berhati-hati dalam masalah ini. Mereka diimbau untuk mengurangi intensitas terpapar asap diesel di lokasi kerja. Namun, Lesley Walker selaku Direktur Informasi Kanker memiliki pendapat lain. Ia berpendapat jumlah orang yang terkena kanker akibat asap tembakau lebih banyak ketimbang orang yang sakit karena asap mesin diesel.

Departemen Kesehatan Inggris sendiri mengungkapkan akan melihat hasil riset WHO ini dengan saksama. ”Polutan udara adalah masalah kesehatan masyarakat yang signifikan. Kami melihat masalah ini sebagai bagian dari rencana kami untuk meningkatkan kesehatan masyarakat.”

 

Comment di sini