Gramedia Bakar Buku yang Dianggap Menghina Nabi

by Mr. Jaim
Pemusnahan Buku

TEMPO/Tony Hartawan

Penerbit Gramedia Pustaka Utama merespons positif protes warga terkait buku bertajuk “5 Kota Paling Berpengaruh di Dunia”. Bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI), Gramedia memusnahkan ratusan buku yang dalam salah satu kalimatnya menghina Nabi Muhammad SAW dengan cara membakarnya.

“Kami harapkan dengan respons positif yang cepat ini, tidak ada lagi kegaduhan,” ujar Ma’ruf Amin, Ketua MUI komisi Fatwa, seperti dikutip dari Vivanews.com.

Gramedia Pustaka Utama memang bereaksi cepat terhadap tiga tuntutan yang diberikan oleh MUI; pertama untuk menarik buku-buku tersebut; kedua untuk meminta maaf kepada masyarakat; ketiga untuk pemusnahan buku.

“Hari itu juga, di toko buku Gramedia sudah tak ada. Tapi kalau di luar itu, di luar kontrol kami,” ujar Wandi S Brata, Direktur Utama Gramedia Pustaka Utama.

Gramedia telah meminta maaf kepada seluruh umat Islam melalui permintaan maaf yang dimuat di beberapa media. Selain itu, juga sudah ada tindakan disiplin secara internal.

Salah satu ormas Islam telah melaporkan PT Gramedia Pustaka Utama selaku penerbit buku “5 Kota Paling Berpengaruh di Dunia”. Senin, 11 Juni 2012, Front Pembela Islam (FPI), melaporan kasus ini ke pihak berwajib. Melalui Munarman, juru bicaranya, FPI menyebutkan bahwa Gramedia telah melanggar Pasal 156 A, Pasal 157 dan Pasal 484 KUHP.

Terkait hal ini, Ma’aruf Amin mengatakan akan berupaya untuk berkomunikasi dengan mereka. “Tapi kami tidak jamin akan bisa menghentikan mereka,” ungkapnya.

Buku edisi terjemahan dari karya Douglas James Wilson tersebut telah dicetak dan diedarkan sebanyak 3000 eksemplar. Jumlah buku yang sudah ditarik dan dmusnahkan saat ini tengah diteliti. MUI meminta kepada masyarakat untuk mengembalikan buku yang sudah dibeli kepada Gramedia.

“Karena pihak Gramedia sepakat untuk menariknya,” ujar Ma’aruf.


comments powered by Disqus

Leave a Reply