Pencet Jempol, Cara Unik Atasi Epilepsi

by
June 15th, 2012 at 1:03 pm

Dokter spesialis saraf sekaligus Ketua Kelompok Studi Epilepsi, Kurnia Kusumastuti, menyatakan bahwa memencet jempol tangan dengan tekanan tertentu selama 30 detik dapat mencegah penderita epilepsi mengalami kejang lanjutan atau dapat membantu kejang tersebut cepat berhenti.

Epilepsi atau yang sering disebut ayan adalah penyakit yang menyerang saraf pada otak manusia sehingga otak mengalami gangguan dalam menerima rangsang atau sinyal-sinyal yang dikirimkan dari saraf penglihatan, pendengaran, dan indra-indra lainnya. Gangguan saraf ini membuat penderitanya mengalami kejang tiba-tiba yang disebabkan oleh hal yang tidak tentu.

Singkatnya, epilepsi itu terjadi akibat masalah dalam sel saraf otak manusia. Kurnia, melalui penelitiannya, menunjukkan bahwa saraf-saraf di tubuh kita ini semuanya terhubung ke otak yang berfungsi sebagai pengatur utama tubuh ini. Khususnya pada bagian tangan, banyak saraf-saraf yang terhubung langsung ke otak. Uji coba yang dilakukan Kurnia pada manusia dan hewan membuahkan hasil kalau usaha berkala memencet jempol jari tangan dapat mencegah kejang tiba-tiba pada penderita epilepsi.

Hal ini dikarenakan sel-sel darah di saraf jempol tangan yang terhubung dengan otak mampu mengalirkan darah lebih lancar karena diberi tekanan dari pencetan yang dilakukan. Hal ini dapat membuat saraf dari indera dan anggota tubuh yang lain bekerja normal kembali sehingga dapat mengirimkan impuls ke otak dengan lebih jelas.

Akan tetapi, cara ini belum dibuktikan dapat menyembuhkan penyakit epilepsi tersebut. Kurnia hanya mengatakan bahwa ini adalah temuan sementaranya yang dapat dijadikan alternatif untuk pencegahan durasi seringnya terjadi kejang pada penderita epilepsi ataupun dapat membantu kejang cepat berhenti.

Dengan kata lain, para penderita epilepsi tetap harus sedia obat-obatan yang dokter berikan, seperti obat kejang, dll.

Comment di sini