Wayang Orang akan Tampil Berbahasa Mandarin

by
June 18th, 2012 at 4:24 pm

Wayang Orang Sriwedari akan tampil dalam dua bahasa yaitu bahasa Inggris dan Mandarin. Pemerintah Surakarta menggagas ide ini karena wisatawan mancanegara yang hadir tidak mengerti jalan cerita serta dialog yang diucapkan oleh para wayang.

Kepala Dinas Pariwisata, Seni, dan Budaya Surakarta, Widdi Srihanto, mengatakan bahwa banyak turis asing yang datang bahkan rombongan yang ikut menonton wayang dan mereka tidak memahami cerita wayang. Para wisatawan ini hanya menikmati gerakan para wayang.

Kepala dinas ini akan berencana memasukkan bahasa Mandarin dan bahasa Inggris setiap kali para wayang pentas agar para wisatawan asing yang datang dapat memahami jalan cerita dan dialognya. Walaupun tidak semua adegan menggunakan bahasa Inggris dan Mandarin, paling tidak pada akan muncul pada adegan di luar goro-goro.

Para pemeran goro-goro akan dikursuskan bahasa Mandarin dan Inggris selama satu bulan sehingga paling tidak, mereka bisa mengucapkan dialog dalam kedua bahasa asing itu walaupun sederhana.

Adegan yang melibatkan goro-goro adalah adegan yang paling menarik dalam pertunjukan wayang orang mereka. Inti cerita yang disampaikan oleh tokoh Punakawan seperti Petruk, Gareng, Bagong dan Semar adalah dialog yang cair dengan banyak lelucon.

Wayang Orang Sriwedari telah pentas sejak tahun 1900-an dan rutin menggelar pertunjukan pada pukul delapan malam kecuali pada hari minggu. Tiket masuknya pun sangat murah, hanya Rp 3.000 per orang. Dalam setiap pementasan penonton yang hadir pun tidak terlalu banyak hanya sekitar 50 sampai 250 orang dan pertunjukan yang paling ramai adalah malam minggu.

Kepala dinas ini berharap pementasan wayang orang akan menjadi lebih menarik karena menggunakan bahasa Mandarin dan Inggris. Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Daerah Surakarta, Teguh Prakosa, yang membidangi kebudayaan mengatakan bahwa penggunaan bahasa asing dalam wayang orang sah-sah saja dilakukan asal tidak merusak pakem.

Walaupun begitu, Teguh juga mengingatkan bahwa perlu ada kajian dari sisi budaya, dia juga mengatakan bahwa di China pementasan tetap menggunakan bahasa Mandarin tanpa melihat penontonnya. Teguh juga menegaskan bahwa mereka masih tetap memegang nasionalisme, apalagi hal ini menyangkut budaya.

Mendidik wayang orang tidak mudah karena biasanya para pemain sudah lanjut usia sehingga membutuhkan waktu yang lama. Teguh juga menambahkan bahwa bisa saja para wayang belum dapat berbicara dalam bahasa Inggris dan Mandarin walaupun diajari selama setahun.

Di lain kesempatan, Wakil Kepala Sekolah Kejuruan 8, Bambang Suhendro, mengatakan bahwa tidak ada masalah dengan wayang yang menggunakan bahasa asing. Ini merupakan pengembangan yang baik ke arah internasional. Dia juga mengatakan bahwa dia siap memasok lulusan sekolahnya untuk menjadi pemain wayang orang. Wakil Kepala Sekolah ini juga mengatakan bahwa dengan menggunakan bahasa asing, wayang orang akan memiliki nilai jual yang lebih tinggi.

Comment di sini