Euro 2012: “UEFA tidak becus,” kata Rio Ferdinand

by
June 19th, 2012 at 4:49 pm

Isu rasisme tidak ditangani dengan serius, sedangkan celana dalam beriklan dipermasalahkan secara berlebihan. Begitulah Rio Ferdinand menilai kinerja UEFA dalam ajang Piala Eropa 2012 kali ini.

Sebelum Piala Eropa 2012 berlangsung, sejumlah negara sudah mengkhawatirkan akan adanya tindakan rasisme dari para suporter, terutama suporter tuan rumah.

Sejumlah pemain bahkan sempat akan melakukan walk out atau keluar dari lapangan pertandingan apabila ia menjadi korban aksi rasisme penonton ketik berlaga di lapangan hijau. UEFA tidak simpatik dengan aksi protes tersebut dan mengancam akan memberikan denda bagi pemain yang nekat keluar dari stadion.

Beberapa tindakan rasisme yang dikhawatirkan oleh para pemain, terutama pemain keturunan Afrika, menjadi kenyataan. Timnas Belanda yang harus angkat koper setelah gagal lolos pada fase grup mengalami insiden ini ketika berlatih di Stadion Miejski, Polandia.

Balotelli pun menjadi sasaran aksi rasisme dari pendukung Spanyol ketika tim Matador bersua dengan skuad Azzuri di pertandingan yang berakhir dengan skor imbang 1-1.

UEFA terkesan tidak bisa berbuat apa-apa dalam hal rasisme itu, namun ketika insiden melibatkan iklan penghasil uang, badan tertinggi sepakbola di wilayah Eropa itu amat kritis.

Ferdinand yang tak diikutkan pelatih Roy Hodgson di pentas Piala Eropa 2012 menyoroti keputusan UEFA mendenda penyerang Denmark, Niklas Bendtner, sebesar Rp 1,2 miliar karena memperlihatkan celana dalam bertuliskan salah satu rumah judi di Irlandia. Bandingkan dengan denda yang hanya sebesar Rp 240 juta yang dijatuhkan kepada Porto karena tingkah rasisme para pendukungnya kepada Mario Balotelli.

“UEFA apakah kalian serius? Denda bagi Bendtner karena pamer celana dalam…Sedangkan semua tindakan rasisme tak didenda sebesar itu,” cuit Ferdinand di Twitter.

Bek asal Manchester United itu menambahkan, “UEFA, kalian tidak becus. Platini merupakan pemain hebat, namun ia mengasingkan diri sendiri dengan sampah semacam ini.”

“Kalau rasisme menghasilkan uang bagi UEFA seperti iklan itu, apa UEFA bakal menanganinya secara serius?” tanya Ferdinand.

[colorvote id="3" style="wpcvp-poll"]

Comment di sini