Indonesia Bentuk Komite Warisan Budaya Nasional, Malaysia Tak Mau Kalah

by
June 19th, 2012 at 7:24 pm

Tari Tor-tor dari Sumatera Utara

Pernyataan pihak Malaysia yang ingin mencatatkan Tari Tor-Tor ke dalam daftar warisan budaya Malaysia mendapat reaksi keras dari masyarakat Indonesia. Kini, pemerintah bereaksi dengan membentuk Komite Warisan Budaya Nasional.

Mungkin terdengar sedikit terlambat, tapi langkah ini tentunya membesarkan harapan rakyat Indonesia agar Tari Tor-Tor tetap menjadi warisan budaya bangsa. Hal ini dinilai cukup mendesak mengingat Malaysia, melalui Menteri Informasi, Komunikasi dan Kebudayaan Malaysia Datuk Seri Rais Yatim, bersikeras untuk mencatatkan Tari Tor-Tor dan Gordang Sambilan ke dalam daftar warisan budaya mereka.

“PBB menjamin kebebasan masyarakat untuk mengadopsi budaya asli mereka dan gaya hidup,” ujar Rais di sela-sela kesibukan menghadiri Forum Menteri ICT di marina Bay Sands, Singapura, seperti dikutip dari Bernama, kantor berita Malaysia, Senin (18/6).

Rais menambahkan bahwa Gordang Sambilan dan Tari Tor-tor, yang juga dikenal dengan nama Tari Manortor, bukan merupakan milik siapa pun berdasarkan Konvensi Genewa.

Dan kini pemerintah Malaysia juga menyatakan tengah membentuk Komite Warisan Budaya Nasional, seolah tidak mau kalah dengan pemerintah kita.

Polemik perebutan Tari Tor-tor dan Gordang Sambilan dimulai ketika Menteri Rais Yatim menyatakan akan mendaftarkan kedua warisan budaya Mandailing tersebut dalam Daftar Warisan Budaya Malaysia pada hari Kamis (14/06) lalu. Ia menyatakan bahwa keinginan tersebut merupakan wujud dari aspirasi warga Mandailing yang telah menjadi warna negara Malaysia.

Comment di sini