Prestasi Timnas Jeblok Gara-gara Pemain Makan Nasi Putih?

by
June 19th, 2012 at 1:42 pm

Ajengan Bali Restaurant

Sepakbola bisa dibilang merupakan olahraga terpopuler di Indonesia. Namun, beberapa tahun belakangan ini masyarakat tak kunjung mendapatkan pelepas dahaga berupa sebuah raihan gelar dari Timnas Garuda.

Di tingkat regional Asia Tenggara, kualitas pemain Indonesia tak kalah dari pemain dari Thailand atau Malaysia. Fisik mereka hampir sepadan. Kualitas teknik beberapa pemain Indonesia seperti Andik Vermansyah pun patut diacungi jempol.

Namun kenapa Timnas Garuda miskin gelar?

Mungkin salah satu penyebabnya adalah daya tahan atau stamina tubuh. Galib disaksikan, pemain timnas ngotot dan penuh semangat di babak pertama, namun kendor di babak kedua.

Oleh karena permainan yang tidak konsisten, timnas sering kewalahan ketika menjalani babak kedua. Tak jarang babak kedua menjadi malapetaka karena gol lawan yang terjadi di antara menit 45 dan 90.

Timo Scheunemann, Direktur Pembinaan Usia Muda PSSI, tampaknya memiliki solusi akan masalah ini.

Ia menyarankan para pemain sepakbola untuk mengonsumsi makanan yang mengandung karbohidrat kompleks, misalnya singkong, sagu, kacang hijau, nasi merah, dan ubi-ubian.

“Nasi putih bukan untuk pemain sepakbola,” katanya menyinggung makanan yang biasa dikonsumsi masyarakat Indonesia pada umumnya.

Selain makanan berkabohidrat kompleks yang mengandung banyak nutrisi dan bisa mengenyangkan selama paling tidak 6 jam, Timo juga menyarankan pemain sepakbola untuk memakan makanan yang mengandung protein seperti susu dan ikan.

No lemak, jangan santan-santanan,” pungkasnya.

Mungkin Djohar harus mempertimbangkan perkataan Timo di tengah-tengah kesibukannya mempersiapkan timnas untuk berlaga di Piala AFF 2012 akhir tahun ini dengan menghilangkan menu nasi putih dan menggantinya dengan nasi merah atau singkong di daftar menu makanan.

Comment di sini