Inilah Alasan Kampanye Kondom Menkes Tuai Kecaman

by
June 20th, 2012 at 3:30 pm

Paulo Buchinho / Getty image

Rencana Menteri Kesehatan (Menkes) untuk membagi-bagikan kondom kepada para remaja dinilai tidak tepat karena masalah utama terletak pada kemerosotan moral generasi muda. Pembagian kondom hanya akan memicu salah pengertian. Sebagian remaja akan berpikir bahwa seks bebas dilegalkan. Begitulah Khofifah Indar Parawansa, Ketua Umum Muslimat NU, mengkritik rencana kampanye kondom tersebut.

“Jelas, pembagian kondom tidak akan menyelesaikan masalah. Ini justru merusak orkestra pembangunan, karena program yang satu bertentangan dengan program yang lain,” ujarnya seperti dikutip dari Suara Merdeka.

Hal tersebut disampaikannya ketika berpidato dalam peringatan Harlah ke-66 Muslimat NU di Jakarta, Selasa (19/6). Ia menambahkan, program tersebut bertentangan dengan dengan program Kementerian Pendidikan Nasional terkait pedoman pendidikan karakter, atau program Gerakan Maghrib Mengaji yang sedang dicanangkan Kementerian Agama.

Fenomena seks bebas di Indonesia dinilai sangat mengkhawatirkan. Di Indonesia sendiri, tercatat lima juta perempuan menggugurkan kandunganya selama 2011. Dari jumlah tersebut, 62% atau di antaranya merupakan wanita berusia 16 tahun.

Khofifah menambahkan, permasalahan moral seperti ini seharusnya bukan disikapi dengan membagi-bagikan kondom, melainkan dengan ikhtiar untuk menanamkan iman dan takwa pada anak-anak dan remaja.

Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi, pada Kamis (14/6) menyatakan bahwa kampanye kondom difokuskan untuk seks yang berisiko dan merupakan suatu kewajiban. Pernyataan tersebut diberikan dalam konperensi pers di Ruang Leimena kantor Kementerian Kesehatan.

Comment di sini