Inilah Klarifikasi Menkes Soal Kontroversi Bagi-bagi Kondom

by
June 20th, 2012 at 5:57 pm

Paulo Buchinho / Getty image

Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi merespons isu mengenai program ‘Kampanye Kondom’-nya yang menuai kritik dan protes dari berbagai kalangan. Terkait dengan kritikan dan protes yang menuju kepada dirinya, Menteri Kesehatan memberi klarifikasi bahwa rencana untuk membagi-bagikan kondom tidaklah benar.

Menurut Nafsiah, dirinya tidak mengampanyekan kondom kepada remaja dan anak sekolah. Dia menyatakan bahwa target yang dia tuju dalam ‘kampanye kondom’ tersebut adalah kelompok seks yang berisiko.

“Tidak benar kalau saya akan kampanye atau bagi-bagi kondom gratis kepada anak-anak sekolah. Kita tidak akan kampanye kondom di kalangan umum, tetapi kita tetap harus mengampanyekan dan mendorong penggunaan kondom pada setiap seks berisiko,” ujarnya seperti dikutip dari Kompas.

Pernyataan tersebut menepis opini-opini bahwa program ‘kampanye kondom’ secara tidak langsung memicu pemikiran bahwa seks bebas di kalangan remaja telah dilegalkan.

Berikut pernyataan lengkap Menteri Kesehatan Nafsiah Mboi yang merupakan klarifikasi terkait kritik dan protes yang ditujukan pada dirinya:

“Sejak tadi malam saya banyak di-SMS, di Twitter dan sebagainya, mencela bahwa Menteri Kesehatan akan membagi-bagi kondom secara gratis di SMA. Ini sama sekali tidak benar, yang saya tekankan adalah, pertama, bahwa penggunaan kondom pada seks berisiko merupakan indikator, salah satu indikator MDGs keenam.

Seks berisiko adalah setiap hubungan seks yang berisiko berakibat penularan penyakit kelamin termasuk HIV AIDS, gonore, sipilis dan lain sebagainya. Maupun berisiko kehamilan yang tidak dikehendaki atau tidak direncanakan.

Dalam kenyataan di masyarakat, seks berisiko terjadi di semua umur, termasuk pada remaja, termasuk dari laporan BKKBN, bahwa ada sekitar dua juta aborsi tiap tahun. Berarti terjadi hubungan seks berisiko di mana hak setiap bayi untuk hidup disayangi itu tidak terpenuhi.

Begitu juga penularan penyakit, kita melihat HIV AIDS makin meningkat, penyakit kelamin makin meningkat. Kenapa? Karena meningkatnya seks berisiko, misalnya dipicu oleh pendidikan agama mungkin tidak cukup kuat, imannya tidak cukup kuat, adanya VCD porno, di mana-mana, adanya ATS stimulan untuk meningkatkan kegairahan seks.

Saudara-saudara, kita harus hentikan. Saya justru berterima kasih kepada orang-orang, masyarakat, yang merisaukan hal ini.

Kita tidak akan membagi-bagikan kondom gratis pada masyarakat umum. Tetapi, kalau kita ketahui sekelompok masyarakat sudah mengetahui hubungan seks berisiko, maka pertama, pendidikan terhadap mereka perlu ditingkatkan. Ya pendidikan agama, pendidikan kesehatan reproduksi, pendidikan bagaimana melindungi tubuhnya sendiri, menghormati kehidupan. Itulah yang paling penting sebenarnya.

Kedua, bisa diberikan konseling perubahan perilaku, supaya dia segera menghentikan itu. Perilaku seks berisiko.

Namun, kalau seseorang tetap melakukan hubungan seks berisiko, yang bisa kita lakukan adalah menghimbau supaya menggunakan kondom untuk mengurangi dampak buruk hubungan seks berisiko. Ini juga sangat penting. Anjuran ini pun sama sekali tidak diikuti. Dengan akibat, kehamilan yang tidak dikehendaki, atau kehamilan yang tidak direncanakan makin meningkat, dan HIV AIDS dan penyakit kelamin meningkat.

Saya mengajak seluruh masyarakat, pertama, agar anak-anak muda kita kokoh imannya, saya punya cucu dua di SMA, saya juga ingin melihat mereka sehat, sampai tua sampai dewasa. Mari kita sama-sama melindungi remaja kita, supaya mereka punya iman yang kuat, tidak goyah karena VCD porno, tidak goyah karena adanya narkotika, tidak goyah oleh karena pergaulan bebas, tapi betul kokoh untuk menjauhi seks berisiko.

Namun, mereka yang sudah melakukan seks berisiko, kita berharap mereka mengubah perilaku, sehingga dengan demikian tidak lagi berperilaku demikian.

Kondom, ibu bapak, saudara sekalian, hanyalah hal terakhir untuk mengurangi dampak buruk dari seks berisiko tersebut. Terima kasih atas segala perhatian, terima kasih atas gerakan kita bersama untuk melindungi generasi muda kita, baik dari penyakit maupun dari kehamilan yang tidak direncanakan, terima kasih.”

Comment di sini