Kesepian Bikin Orang Lebih Cepat Meninggal

by
June 20th, 2012 at 11:20 am

Keith Brofsky / Getty Image

Sebuah studi internasional menemukan bahwa orang yang tinggal sendirian memiliki risiko kematian lebih tinggi dibanding orang yang hidup bersama. Studi ini dilakukan mengingat satu dari tujuh orang dewasa di Amerika Serikat tinggal sendiri. Hal ini juga berlaku di negara berkembang seperti Indonesia, di mana jumlah penduduk yang tinggal terpisah dari keluarga karena bekerja di tempat yang jauh terus meningkat.

Dr. Jacob Udell, yang bekerja di Harvard Medical School dan Brigham & Women’s Hospital, bersama teman-teman penulisnya membahas di dalam Archive of Internal Medicine. Mereka mengatakan bahwa tinggal sendirian berkaitan dengan kematian dalam-empat-tahun sebesar 14.1 persen dan kematian yang disebabkan kerusakan kardiovaskular (sistem peredaran darah) sebesar 8.6 persen. Bandingkan dengan orang yang tidak hidup sendirian. Persentase kematian dalam-empat-tahun hanya 11.1 persen dan 6.8 persen terkait kardiovaskular.

Mereka juga menemukan bahwa tinggal sendirian lebih berisiko menyebabkan kematian terhadap orang yang berusia 45-65 tahun, tidak terhadap orang yang berusia lebih dari 66 tahun.

“Tinggal sendirian bisa jadi pertanda dari sebuah situasi yang penuh tekanan, seperti semacam pengasingan dari sosial yang diarenakan masalah pekerjaan atau pribadi, yang dapat menyebabkan efek biologis terhadap sistem peredaran darah,” ucapnya seperti dilansir dari CBCNews.

Ia juga menambahkan bahwa hal tersebut di atas belum termasuk fakta bahwa orang yang tinggal sendirian lebih cenderung untuk menunda pemeriksaan ke dokter setelah menemukan gejala-gejala penyakit. Ditambah, mereka lebih berisiko mengalami kematian jika menderita stroke atau serangan jantung secara tiba-tiba.

Studi ini mengacu kepada 44.573 orang yang tinggal di Amerika Utara, Eropa, Timur Tengah, America Latin, dan Asia. 19% dari jumlah tersebut merupakan orang yang tinggal sendiri.

Di tempat lain, Dr. Carla Perissinotto dari University of California, juga meneliti masalah yang sama. Ia menemukan bahwa jumlah kematian, yang terus meningkat selama 6 tahun penelitian, berkaitan erat dengan kesepian.

Dr. Emily Bucholz dari Yale University menyimpulkan –dalam sebuah komentar yang disertakan dalam dokumen penelitian– bahwa dukungan sosial harus dibangun dari studi yang telah diterbitkan ini, dan merupakan tantangan untuk meneliti lebih jauh mekanisme dan tindakan yang bisa digunakan untuk mengatasi faktor sosial yang merusak kesehatan.

Comment di sini