10 Pengkhianat Terbesar di Dunia

by
June 21st, 2012 at 4:14 pm

Sejak zaman dahulu, manusia berpaling dari teman atau negara mereka. Pengkhianatan ini disebabkan berbagai hal. Pertama, mereka memiliki tujuan yang bervariasi, entah demi kepentingan orang banyak, atau demi kepentingan diri sendiri. Kedua, mereka menghadapi konsekuensi yang berbeda-beda. Beberapa berkhianat dalam level personal, sementara beberapa yang lain berkonspirasi untuk menyerahkan negara mereka kepada kekuatan asing. Berikut daftar 10 pengkhianat yang paling terkemuka:

10. Mordechai Vanunu

Seorang teknisi nuklir di Israel. Ia membocorkan kepada media Inggris tentang rincian program senjata Israel, membenarkan ketakutan dunia bahwa Israel memiliki senjata pemusnah massal. Ia ditangkap kemudian dihukum berat, atas perbuatan ini ia sempat diusulkan untuk menerima Nobel Perdamaian.

9. Gayus Cassius Longinus

Sejak kecil ia tidak suka pada raja yang lalim dan itikad ini tidak berubah hingga ia dewasa dan berkuasa. Selama perang saudara yang hebat di Roma, ia berpihak kepada Optimates dan Pompey, karena takut Julius Caesar akan menjadi diktator.

8. Yudas Iskariot

Ia merupakan salah satu pengkhianat terburuk yang pernah ada. Pada saat Perjamuan Terakhir, ia telah menjual Yesus kepada Sanhedrin demi 30 keping logam perak. Ia kemudian membawa para tenara Romawi kepada Yesus, lalu mengkhianatinya dengan mencium salah satu tentara. Kemudian, dengan penuh penyesalan, Yudas mengembalikan uang tersebut dan bunuh diri. Ia telah mengkhianati temannya, gurunya, dan Tuhannya.

7. Ephialtes of Trachis

Mungkin, Ephialtes merupakan pengkhianat yang paling terkenal hingga saat ini. Ia adalah orang yang memberitahu tentara Persia yang dipimpin Xerxes jalan memutar menuju Thermopylae. Thermopylae sendiri adalah sebuah pantai sempit yang telah dikuasai pasukan Yunani dibawah pimpinan Leonidas. Atas informasi dari Ephialtes tersebut, pasukan Xerxes mendapatkan akses ke belakang garis pertahanan Yunani.

Ephialtes menjadi sangat terkenal karena pengkhianatan tersebut difilmkan dengan judul 300.

6. Guy Fawkes

Saat menjadi pemuda Inggris, ia berganti kepercayaan menjadi Katolik yang taat. Ia pindah dari Inggris menuju Low Countries untuk bertarung bersama pejuang Katolik Spanyol melawan kaum Protestan Belanda. Ia kemudian kembali ke Inggris dan bertemu dengan Thomas Wintour dan Robert Catesby, yang sedang merencanakan pembunuhan terhadap Raja James I yang berkeyakinan Protestan dengan mengunakan bubuk mesiu, yang akhirnya terkenal menjadi Komplotan Bubuk Mesiu.

Pihak berwajib mendapat surat kaleng untuk menggeledah ruang bawah tanah House of Lords, di mana mereka menemukan Fawkes sedang menjaga 36 barel bubuk mesiu. Fawkes dihukum mati dengan berbagai siksaan. Namun ia bunuh diri sebelum hukuman dilaksanakan

5. Benedict Arnold

Ia merupakan Panglima Perang dari kubu Kontinental saat era Perang Revolusioner Amerika. Tapi karena merasa jasa-jasanya kurang dihargai, ia berkhianat kepada Inggris. Ia menawarkan Inggris untuk menguasai West Point, sebuah tempat yang bisa menjadi kunci kemenangan Inggris. Saat seorang mata-mata Inggris tertangkap, ia lari dan bergabung dengan tentara Inggris.

Menurut legenda, pada saat sekarat di London, ia menyesali pengkhianatannya: “Biarkan aku mati bersama seragam lamaku, yang telah kugunakan dalam pertarungan. Semoga Tuhan mengampuniku karena berkhianat.”

4. Marcus Junius Brutus the Younger

Selama perang saudara yang hebat di Roma, ia bergabung dengan oposisi, Optimates. Namun, Julius Caesar memaafkannya. Ia kemudian diberi jabatan politik oleh Caesar, namun kemudian dirayu oleh Cassius, untuk memberontak kepada Julius Caesar. Ia dinilai lebih buruk dari Cassius (pengkhianat no. 9) karena kedekatannya dengan Julius Caesar yang telah menganggapnya sebagai anak sendiri.

3. Wang Jingwei

Saat Jepang menyerbu Cina, ia menerima undangan dari tentara musuh untuk membangun sebuah pemerintahan boneka di Nanjing, yang kemudian dikenal dengan nama Pemerintah Reformasi Nasional. Padahal sebelumnya ia adalah seorang nasionalis pendukung Sun Yat Sen.

“Lawan pemerintah yang korup! Dukung pemerintah Reformasi Nanjing!,” Ia berpropaganda menganjurkan pemerintahannya yang baru, yang juga merupakan negara boneka Jepang.

2. Vidkun Quisling

Sama seperti Wang Jingwei, ia merupakan seorang nasionalis yang akhirnya membelot. Mantan Menteri Pertahanan Norwegia ini memilih berpihak kepada Tentara Nazi yang menginvasi Norwegia pada 1940. Saat Jerman menyerah pada 8 Mei 1945, ia ditangkap pada 9 Mei, dan kemudian dihukum mati.

1. Mir Jafar

Mir Jafar adalah seorang pemimpin yang ambisius di bawah kekuasaan Nawab Benggala, Siraj-Ud-dalah. Pada 1757, ia membuat kesepakatan dengan Robert Clive dari British East India Company. Ia rela menyerahkan tentara Bengali pada pertempuran Plassey. Sebagai gantinya ia akan menjadi pemimpin di sebuah negara boneka Inggris. Ketika menyadari bahwa Inggris punya tujuan lebih, yaitu menguasai seluruh benua India, ia berusaha bersekutu dengan Denmark untuk menghentikan Inggris. Namun, rencananya gagal sehingga ia dicopot dari jabatannya sebagai pemimpin negara boneka.

Ia kembali mendapatkan kepercayaan Inggris dan menjabat lagi sebagai pemimpin di negara boneka Inggris hingga ia mati.

Comment di sini