Amerika Kembangkan Radio Pencegah Kecelakaan Mobil

by
June 25th, 2012 at 4:27 pm

United States Depertment of Transportation

Agustus mendatang, sebuah program yang memungkinkan setiap mobil berkomunikasi dan saling memperingatkan akan diluncurkan. Teknologi yang dikembangkan oleh Pemerintah Federal Amerika Serikat tersebut bernama Vehicle to Vehicle Communication (V2V).

Prinsip utama yang ditanamkan dalam teknologi ini adalah sebuah radio yang memungkinkan mobil dapat mengirim pesan kepada mobil lain yang ada di sekitarnya. Pesan ini kemudian akan diinterpretasi dan kemudian disampaikan kepada pengendara dalam bentuk peringatan. Penggunaan radio dinilai jauh lebih mudah dan praktis dibanding video atau radar.

Sinyal atau pesan yang disampaikan dan diterima radio-radio ini akan sangat berguna bagi pengendara yang tidak mengetahui keberadaan mobil lain di sekitar mereka karena tidak terlihat. Pada keadaan seperti ini, mobil yang tidak terlihat akan mengirim sinyal. Sinyal itu kemudian diterima akan dikonversi menjadi peringatan kepada si pengendara dalam bentuk suara ataupun lampu yang berkedip.

Teknologi yang telah diteliti dan dikembangkan selama 10 tahun tersebut memberi harapan bagi penduduk Amerika. Sejauh ini, pemerintah Federal telah bekerja sama dengan Michigan University dan 8 produsen mobil untuk menguji teknologi V2V ini. Hasilnya, uji coba yang melibatkan 2.800 unit mobil, truk, dan bus tersebut terbukti mengurangi angka kecelakaan fatal.

United States Department of Transportation (DOT)Departemen Transportasi Amerika Serikat– menyebutkan bahwa berdasarkan data dari 2005 hingga 2009, jumlah kecelakaan mobil yang berakibat fatal berkurang sebanyak 20%. Mereka juga menyebutkan bahwa kecelakaan merupakan faktor terbesar dalam kematian usia produktif (5-34 tahun).

Hal lain yang terpengaruh akan adanya program ini adalah infrastruktur. Mengapa? Karena setiap lampu lalu lintas di Amerika memiliki kemampuan untuk berubah-ubah, menyesuaikan dengan volume kendaraan yang ada di jalan sehingga lampu lalu lintas ini juga perlu dimodifikasi.

Selain itu, mereka juga perlu bekerja sama dengan semua produsen mobil di negara tersebut untuk menanamkan V2V pada setiap mobil yang mereka produksi. Bagi mobil yang sudah diproduksi, pemilik kendaraan bisa menginstall V2V dengan bentuk add-ons yang dapat ditemui di pasaran.

Namun, sebelum V2V diproduksi secara massal, program ini harus meluncur terlebih dulu di Ann arbor, Michigan, untuk membantu pemerintah federal memastikan apakah proyek tersebut akan berlanjut, atau harus dihentikan.

Comment di sini