Lukisan Bersejarah Palsu Gemparkan Indonesia

by
June 25th, 2012 at 2:34 pm

Kolektor kawakan Dr. Oei Hong Djien menggemparkan dunia kesenian tanah air. Lewat museum seni rupa yang baru dibukanya pada April lalu, ia memamerkan lukisan-lukisan yang disinyalir palsu. Tidak semua lukisan, namun menurut ahli waris para pelukis, banyak yang palsu.

Dari semua koleksi karya Sudjojono di Musem Oei Hong Djien, 12 lukisan diragukan keasliannya. Sementara itu, karya beberapa pelukis lain juga diragukan seperti lukisan berjudul “Wahyu” dan “Peta Soedibio” (karya Soedibio), serta beberapa karya Hendra Gunawan seperti Penjual Es Lilin (1970), Berjudi (1975), Pesta Kemenangan (1978), Perayaan 17 Agustus (1980), Penarik Gerobak (1980), Pasar Malam (1981), Perang Buleleng di Bali (1982), dan Panen Padi (1980).

Saitem, istri dari pelukis Soedibio, awalnya merasa senang ketika mendengar bahwa Hong Djien memamerkan karya suaminya bersama karya maestro-maestro seperti Affandi, Sudjojono, dan Hendra Gunawan. Namun, ia merasa terkejut ketika menyaksikan karya suaminya menggambarkan orang yang ditusuk, digantung, dan disiksa. Rama Chandra, putra Harmonie Jaffar mengatakan “Dari koleksi almarhum bapak, tidak ada satu pun yang penuh kemarahan seperti itu,” ujar Rama seperti dikutip dari Tempo.

Selain itu, pihak keluarga Sudjojono pun ikut menyangsikan keaslian lukisan-lukisan Sudjojono yang dimiliki Hong Djien. Baik Mia Bustam yang merupakan istri pertama almarhum Sudjojono, maupun istri kedua Rose Pandanwangi, keduanya ragu terhadap koleksi di museum tersebut.

Tedjabayu Sudjojono, putra pertama alm. Sudjojono dari pasangan Mia Bustam, mengatakan bahwa tidak mungkin bapaknya gegabah menggambar bayonet prajurit Diponegoro memiliki bentuk seperti bayonet pada masa Perang Dunia II. Ia, saat baru memasuki museum tersebut beberapa meter, merasa ganjil ketika disebutkan bahwa lukisan tersebut adalah karya bapaknya.

Namun, Hong Djien mengatakan bahwa semua lukisan yang Ia pajang merupakan lukisan asli. Ia telah secara khusus bertanya kepada Kwee In Tjong, pelukis yang juga merupakan murid dari sang maestro Sudjojono.

Comment di sini