Pedagang Kaki Lima ‘Sawer’ KPK Untuk Gedung Baru

by
June 26th, 2012 at 8:48 am

Rencana pembangunan gedung baru Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendapat perhatian khusus dari banyak masyarakat. Salah satunya dari masyarakat yang berprofesi sebagai Pedagang Kaki Lima (PKL).

Sekretaris Jenderal Persatuan Pedagang Kaki Lima Indonesia Junaedi Sitorus telah memberikan amplop berisi uang Rp 1 juta untuk menyumbang biaya gedung baru KPK. Ia menjelaskan uang tersebut adalah hasil saweran dari rekan-rekannya yang miris melihat kocar-kacirnya rencana pembangunan gedung baru KPK.

Junaedi mengatakan sumbangan yang diberikannya itu adalah wujud kepedulian PKL kepada KPK. Ia berharap agar dengan adanya sumbangan tersebut pihak KPK mampu lebih keras lagi dalam membasmi korupsi. “Jangan terhalang oleh ulah Dewan Perwakilan Rakyat,” kata Junaedi seperti dikutip dari Tempo, Senin (25/6/2012) kemarin.

Menurut Junaedi, KPK bisa membangun gedung baru tanpa harus menunggu pihak DPR. Pasalnya jika 54 juta warga Indonesia yang bekerja sebagai PKL bersedia menyisihkan uang Rp 1.000 selama tiga hari, gedung KPK bisa dibangun.

Karena dari sumbangan Rp 1.000 per PKL itu, dana yang akan terkumpul adalah sekitar Rp 162 miliar. Tentunya dana tersebut sudah lebih dari cukup. Daripada terus menunggu sikap DPR yang tidak tegas lebih baik berikan kesempatan masyarakat untuk berpartisipasi membangun gedung anti korupsi tersebut.

Junaedi dan semua rekan PKL-nya berharap agar KPK bisa cepat mendapat gedung baru agar misi pemberantasan korupsi tidak terhambat. “Walau dengan segala kekurangannya, basmi terus koruptor,” tegasnya.

Menurut Junaedi, saweran pedagang kaki lima untuk KPK tersebut dilatarbelakangi masyarakat yang mulai geram karena ulah koruptor di Indonesia. “Koruptor ‘mematikan’ PKL yang harus berjuang membiayai hidup dan pendidikan anak-anaknya,” katanya.

Para PKL berharap agar KPK nantinya bisa bertindak tegas dalam menguak praktek korupsi di pemerintahan. Bila perlu hukuman untuk para koruptor diganti jadi hukuman mati atau hukuman gantung.

Namun sayang, sumbangan dari Junaedi dan kawan-kawan belum bisa diterima pihak KPK. Pasalnya, pihak KPK belum membahas mekanisme sumbangan warga untuk pembangunan gedung baru. Jadi, sumbangan dari masyarakat harus dibahas terlebih dahulu sebelum diterima langsung.

Penasihat KPK, Abdullah Hehamahua mengatakan bahwa pihaknya sangat menyambut baik niat dari para masyarakat dalam menyumbang untuk gedung baru KPK. Namun, untuk saat ini pihak belum bisa menerima sumbangan berapapun nilainya.

“Saya kembalikan amplopnya. Tadi saya bilang akan mengontak mereka nanti kalau sudah ada mekanisme soal sumbangan dari masyarakat itu,” ujar Abdullah.

Comment di sini