Penulis Buku Kontroversial Lapindo Masih Hilang

by
June 27th, 2012 at 3:12 pm

Antara

Penulis buku berjudul Lumpur Lapondo File: Konspirasi SBY-Bakrie, Ali Azhar Akbar, dilaporkan telah menghilang. Berita ini muncul setelah Ali tidak hadir sebagai pembicara di Institut Teknologi Bandung (ITB), Jumat (22/6/2012) lalu.

Hingga Senin (25/6/2012), Ali masih belum ditemukan. Baik Ali ataupun keluarganya masih belum bisa dihubungi oleh kuasa hukumnya. “Kami belum bisa menghubungi Ali dan keluarganya,” kata pengacara Ali, M. Taufik Budiman dalam konferensi pers.

Namun, Taufik menilai Ali hanya kehilangan kontak bukan hilang dalam arti yang sebenarnya. Pasalnya beberapa waktu sebelumnya Ali sempat melakukan komunikasi dengan kuasa hukumnya, Hari Purnama, Kamis (21/6/2012).

Saat mengontak Hari Purnama, kata Taufik, Ali masih berada di Jakarta. Ali juga mengabarkan masih bertemu dengan temannya di Jakarta. “Dari suara (Ali), tidak ada tekanan,” ujar M. Taufik yang menjelaskan percakapan antara Hari Purnama dan Ali.

Soal isi buku lumpur Lapindo karya Ali.

Taufik mengatakan, buku tersebut dibuat berdasarkan data dari penelitian secara ilmiah. Buku tersebut juga sempat didiskusikan di beberapa universitas, seperti Universitas Nasional (Unas), Universitas Gadjah Mada (UGM), dan terakhir di Institut Teknologi Bandung (ITB).

“Dalam buku itu dipaparkan bahwa Lapindo bukan bencana alam atau fenomena alam. Maka, kesalahannya adalah mutlak kontraktor, dalam hal ini Lapindo Brantas,” ungkap Taufik seperti dikutip dari JPNN, Selasa (26/6/2012).

Taufik mempertanyakan kenapa harus uang negara yang digunakan untuk ganti rugi kepada korban Lapindo. Padahal sudah jelas kalau bencana lumpur Lapindo tersebut adalah murni kesalahan dari pihak PT. Lapindo Brantas.

“Hal inilah yang akan ditanyakan ke MK. Saya yakin Saudara Ali masih memegang data mentah,” imbuh M. Taufik.

Ia juga mengatakan bahwa buku berjudul Lumpur Lapindo File: Konspirasi SBY-Bakrie itu akan digunakan sebagai uji materi di Mahkamah Konstitusi (MK). Nantinya uji materi ini akan ditujukan terhadap pasal 18 UU Nomor 4 Tahun 2012 tentang APBNP 2012.

Menurut Taufik, buku tersebut adalah data yang akurat. Pasalnya di sidang berikutnya ia akan menyempurnakan alat bukti terkait lumpur Lapindo.

Comment di sini