Hina Indonesia, Mahasiswa Malaysia Dihajar Warga Medan

by
June 28th, 2012 at 11:03 am

Darren Rogers / Getty Image

“Bagaimana Indonesia tak miskin, warganya pun bodoh-bodoh,” ujar seorang warga negara Malaysia yang tinggal di Medan, seperti dikutip dari Sumut Pos. Mendengar hal tersebut, warga di lokasi pun menjadi emosi.

Peristiwa tersebut terjadi di Simpang Jalan Dr. Mansyur, Medan. Berawal dari seorang pemuda bernama Dion yang dikeroyok oleh beberapa mahasiswa asal Malaysia yang kuliah di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara. Pasalnya, Dion terlibat kecelakaan lalu lintas dengan salah satu mahasiswa USU asal Malaysia bernama Asnawi.

Ketika itu, Dion sedang melintas di Simpang Jalan Dr. Mansyur, Medan. Ia bersama seorang rekannya hendak berbelok ke arah Jalan Dr. Mansyur. Tiba -tiba, dari arah belakang Dion muncul Asnawi dan tiga rekannya yang berboncengan dengan dua sepeda motor. Saat itu terjadi kecelakaan karena motor Dion menabrak Asnawi sehingga keduanya terjatuh.

Rekan Asnawi sontak memukuli Dion. Beberapa warga yang melintas berhenti melihat kejadian tersebut. Awalnya, mereka berniat melerai perkelahian tidak imbang tersebut. Namun mendengar rekan Asnawi yang memaki Dion, mereka langsung emosi. “Bagaimana Indonesia tak miskin, warganya pun bodoh-bodoh,” ujarnya.

Warga seketika mengejar mereka. Asnawi dan rekan-rekanya lantas lari menuju RS Siti Hajar dan bersembunyi di sana, warga terus mengejar. Petugas Mapolsekta Medan Baru, yang dihubungi oleh petugas keamanan rumah sakit, segera meluncur ke lokasi tersebut. Setibanya para petugas yang dipimpin Ipda S Tarigan, Asnawi, dan ketiga rekannya dibawa ke kantor polisi.

Asnawi mengakui bahwa ketika itu motornya ditabrak oleh Dion. Namun ia tidak mengakui ketika disinggung mengenai makian rekannya yang melecehkan. Ia menyangkal. Menurutnya tidak ada temannya atau dirinya mengatakan hal semacam itu.

Seorang saksi mata bernama Jhon (37), yang merupakan warga sekitar, membantah pengakuan Asnawi. Berdasarkan cerita dari sang saksi, John ketika itu mengehentikan laju kendaraannya karena melihat seseorang yang dipukuli dan keadaan sudah terkapar. Ia lantas menyuruh pemuda-pemuda tersebut untuk berhenti memukuli. Tak lama kemudian, rekan mahasiswa yang lain berdatangan. Warga, yang penasaran ingin melihat kejadian ikut berkumpul. Namun, mendengar salah satu mahasiswa tersebut mencela, warga emosi dan mengejar mereka. Para mahasiswa tersebut lantas bersembunyi dan berlindung di RS Siti Hajar.

Keempat mahasiswa tersebut diamankan di Mapolsekta Medan baru. Sementara itu Dion masih dirawat karena memerlukan perawatan intensif karena mendapatkan luka cukup serius.

Kasus tersebut kini sudah dilimpahkan ke Polresta Medan. “Kasus Laka Lantas dan kasus penganiayaan serta pemukulan sudah diserahkan ke Polresta Medan karena kasusnya menyangkut WN Malaysia,” ucap AKP Andik SIK, Kanit Reskrim Polsekta Medan Baru.

Comment di sini