Mengenal Istilah Muslim Hipster

by
June 29th, 2012 at 2:17 pm

Istilah muslim hipster belakangan ini mulai muncul di Amerika Serikat. Ibrahim Abdul Matin pemuda asli dari New York yang beragama Islam sering disebut sebagai muslim hipster. Lho kenapa?

Abdul Matin adalah orang muslim yang suka berpakaian masa kini, berani berponi dan sadar sosial. Caranya berbicara juga sering diselingi dengan kata-kata gaul anak muda jaman sekarang. Secara keseluruhan, dia suka berpenampilan unik seperti para penyanyi jazz.

Meski terlihat lebih gaul dari muslim lainnya, Abdul Matin tetap mengamalkan agama Islam dengan baik. Dia bahkan sering menyampaikan ceramah dengan gaya masa kini. Ia berdakwah soal hubungan Islam dengan alam. Dakwahnya ini sesuai dengan profesinya sebagai aktivis lingkungan dan dakwah Islam.

Selain Abdul-Matin, di Inggris ada Hana Tajima Simpson, seorang wanita muslim yang suka sekali menggiatkan mode Islami di negaranya. Hana berbusana tertutup dengan kerudung seperti wanita muslim lainnya.

Meskipun begitu, Hana tetap terlihat modis dengan perpaduan busana model terkini miliknya. Berfoto menggunakan jilbab, jaket dan sepatu hak tinggi, Hana terlihat nampak modis dan sangat cantik.

Di Amerika Serikat dan negara lain istilah muslim hipster memang sedang populer. Negara lain yang punya banyak muslim hipster adalah India, Pakistan, Malaysia, Singapura, Indonesia, Mesir, Maroko dan sejumlah negara Eropa.

Hipster berasal dari kata “hipterism” yang berarti membuka mata seseorang. Istilah ini biasanya diberikan kepada kaum muda yang suka bergaya ala musisi jazz.

Di Amerika Serikat, istilah hipster juga diberikan kepada mereka yang suka menggunakan sepeda fixed-gear, pakai skinny jeans dan kacamata besar berbingkai (kadang-kadang tanpa lensa) dan kemeja kotak-kotak, suka mendengar musik indie rock dan menonton film asing bukan Hollywood.

Sedangkan untuk muslim hipster adalah mereka yang mengikuti tren terkini, baik mode, di sekitar mereka. Selain itu mereka juga suka berpakaian yang dipandang rendah mayoritas ulama Islam (Misalnya, suka mengenakan pakaian yang ketat).

Fenomena muslim hipster ini sebenarnya masih kontroversial di kalangan umat Islam. Namun, menurut situs Inside Islam, muslim hipster sebagai salah satu jembatan memerangi fobia Islam. Diakui atau tidak, muslim hipster ini telah menjadi wakil dari umat muslim untuk Eropa.

Reza Aslan wakil dari muslim hipster mengatakan bahwa meski ia hidup di AS, keimanannya terhadap Islam tetap sama dengan mereka yang hidup di Arab Saudi. Ia juga menyatakan bahwa, para pemuda muslim sekarang tengah hidup di era reformasi Islam.

“Gagasan bahwa Islam tidak dipengaruhi oleh budaya, adat-istiadat, dan budaya beradaptasi dengannya, adalah sesuatu yang keliru,” ucap Aslan seperti dilansir berita lokal.

Jadi muslim hipster adalah mereka yang beragama Islam namun tetap modis dengan busana model terkini. Meskipun mereka terlihat gaya dan modis, mereka tetap menjalankan ajaran agama Islam dengan baik.

Comment di sini