Wow! Warga Spanyol Makan Sampah Untuk Selamatkan Dunia

by
July 2nd, 2012 at 2:32 pm

Di Amerika Serikat, pada 1990-an muncul sekelompok orang yang dikenal sebagai kaum Freegan. Mereka adalah orang-orang yang menentang hidup foya-foya dan pemborosan.

Hal ini ditunjukan dari sikap hidup mereka dengan cara menghemat, tidak memboroskan penggunaan energi, seperti listrik, air, dll. Tidak hanya itu. Mereka juga gemar menggunakan barang-barang bahkan makanan yang sudah dibuang atau tidak dipakai lagi oleh orang lain.

Pergerakan seperti ini rupanya juga terjadi di Spanyol. Di kota Madrid, ada kelompok orang Freegan yang berkumpul di kolong langit terbuka untuk menikmati makan malam mereka yang diambil dari tempat pembuangan sampah restoran, toko buah, ataupun supermarket. Mereka makan malam dengan mengumpulkan sampah-sampah seperti sayur-sayuran yang sudah dibuang, makanan kaleng yang sudah terbuka, minuman yang separuh habus, dsb.

Alasan mereka melakukan ini adalah karena rasa prihatin terhadap lingkungan yang tercemar oleh pembuangan makanan yang beratnya mencapai 163 kgper tahun. Selain itu, mereka juga peduli kepada penduduk-penduduk yang hidup di bawah garis kemiskinan dan juga orang-orang yang tidak memiliki pekerjaan alias pengangguran.

Oleh karena itu, Luis Tamayo dan Txomin Calvo serta beberapa orang lainnya membentuk suatu perkumpulan yang sama-sama menunjukan rasa prihatin mereka dengan makan sampah dan barang-barang yang sudah kadaluwarsa yang dimulai pada 2010.

Kelompok Freegan di Spanyol tidak sungkan mengais-ais tempat sampah di kota Madrid demi makan malam mereka. Menurut mereka, yang mereka makan bukanlah sampah, tapi barang-barang yang masih bagus untuk dikonsumsi namun sudah dibuang oleh orang lain. Jadi, mereka yakin tidak akan sakit dalam menjalankan aksi ekstrimnya ini.

Pada intinya, kelompok Freegan ini hanya ingin menunjukan kalau mereka menentang konsumerisme yang berlebihan di setiap penduduk kota di seluruh negara di dunia.

Bagi orang yang menganut Freeganisme, ada keyakinan bahwa seharusnya setiap orang itu berhemat demi kelangsungan hidup bagi orang lain juga, sehingga tidak perlu ada orang-orang yang berada di bawah garis kemiskinan dan tidak dapat makan. Tetapi amat disayangkan kenapa orang yang beruntung justru membuang makanan begitu saja hanya karena mereka terlalu rakus memuaskan keinginan mereka sendiri.

Menurut kaum Freegan, jika semua orang di dunia ini tidak mengonsumsi barang secara berlebihan dan mau memikirkan kepentingan orang lain juga, maka tingkat kemiskinan di dunia tidak akan setinggi sekarang ini. Selain itu, mereka juga berpendapat bahwa manusia seharusnya bisa lebih menghemat energi sehingga anak cucu kelak masih bisa memanfaatkan energi yang saat ini kita pergunakan.

Oman Tribune

Comment di sini