Kenapa Pria Lebih Sering Jerawatan?

by
July 3rd, 2012 at 8:24 am

Munculnya jerawat sering mengganggu penampilan. Gangguan ini kerap ditemui pada  hampir setiap orang yang menginjak usia remaja, baik wanita maupun pria. Tetapi, tahukah kamu kalau jerawat sebenarnya lebih sering muncul pada wajah pria?

Dokter spesialis kulit dan kelamin
 Samuel Lukas Simon mengatakan bahwa tipe kulit berminyak adalah masalah yang paling sering dialami pria Indonesia. Produksi minyak ini seringkali dikaitkan dengan banyaknya hormon testosteron yang kemudian memicu munculnya komedo dan jerawat.

Dokter Samuel juga mengatakan bahwa produksi minyak masih dibutuhkan oleh kulit hanya saja dalam kadar yang tidak berlebihan. Minyak berfungsi sebagai pelembab yang mencegah kulit kering selain itu juga dapat menjaga sawar. Sawar pada kulit memiliki fungsi mencegah masuk atau keluarnya zat yang ada di luar ke dalam dan di dalam tubuh ke luar.

Dokter yang bertugas di RSPAD Gatot Subroto ini mengatakan bahwa kadar minyak berlebih menjadi masalah namun kadarnya tergantung kenyamanan masing-masing. Tetapi, pria cenderung cuek terhadap permasalahan kulitnya. Inilah yang kemudian menjadi salah satu faktor pemicu kemunculan jerawat.

Pria seringkali merasa perawatan wajah itu merepotkan karena harus dilakukan dengan beberapa tahap seperti menggunakan susu pembersih yang dilanjutkan dengan toner dan perawatan lain. Padahal perawatan wajah sederhana bisa dilakukan dengan mencuci wajah dan memakai krim pelembab.

Selain itu kulit juga membutuhkan perawatan dari dalam. Dalam hal ini, asupan makanan harus diperhatikan. Memperbanyak konsumsi buah dan sayuran adalah salah satu cara yang paling ampuh. Dalam sehari, orang sebaiknya mengonsumsi buah yang memiliki 5 warna berbeda. Antioksidan dan vitamin dalam buah adalah makanan bagi kulit sekaligus menjaga kesehatan.

Kadar minyak pada wanita lebih sedikit daripada pria. Jerawat yang muncul bisa disebabkan oleh penggunaan kosmetik yang berlebihan. Dokter Samuel mengungkapkan banyak pasiennya yang telah menggunakan kosmetik seperti pelembap, pencerah wajah, dan lain-lain padahal masih berusia 15 tahun. Pemakaian kosmetik inilah yang membuat pori-pori tertutup sehingga jerawat pun muncul. Satu dari empat wanita yang memakai kosmetik biasanya berjerawat.

Produsen kosmetik biasanya menambahkan bahan yang disebut dengan asam mistirat (myristic acid). Zat ini digunakan agar kulit lebih kenyal dan licin padahal efek sampingnya adalah menyumbat pori-pori. Banyak yang berpikir bahwa kosmetik yang mahal dan lembut tidak menimbulkan jerawat padahal justru kosmetik yang lembut dioles pada wajah malah menutup pori-pori yang menimbulkan jerawat.

Comment di sini