Korea Selatan Terancam Kehilangan Gelar “Surganya Para Gamer”

by
July 3rd, 2012 at 10:13 am

Bagi para penggila K-Pop, Korea Selatan adalah surga. Tetapi mereka yang “kerasukan” game online pun pasti akan menganggap Negeri Ginseng ini sebagai nirwana sebab koneksi internet di sana amat kencang.

Belum lagi fasilitas game online yang komplet dan canggih yang banyak tersebar terutama di ibukota, Seoul.

Warga Korea Selatan sendiri banyak yang menggilai game, dari anak-anak hingga orang dewasa, baik laki-laki maupun perempuan.

Melihat potensi munculnya dampak buruk dari aktivitas bermain game yang berlebihan, pemerintah Korea Selatan memberlakukan hukum baru berupa aturan jam malam untuk para gamer.

Hukum yang disebut “Shutdown Law” ini melarang remaja di bawah usia 16 tahun bermain game dari jam 12 malam hingga 6 pagi.

Pemerintah mengharapkan kehadiran hukum itu bisa mengurangi tingkat kecanduan para gamer dan meningkatkan produktivitas mereka.

Tetapi, hukum yang mulai diterapkan pada 1 Juli 2012 kemarin ditentang oleh banyak pihak, terutama perusahaan game online. Banyak juga keluarga yang tidak setuju akan pemberlakuan hukum itu karena mereka menganggap orangtua berhak menerapkan pendidikan sendiri untuk anak.

Penentangan ini tidak hanya disampaikan lewat kecaman, tetapi juga melalui tuntutan hukum. Tercatat sejumlah perusahaan game online seperti Nexon, Neowiz, dan NCSoft berencana mempermasalahkan hukum tersebut karena dianggap ilegal dan melanggar undang-undang.

Comment di sini