Ramadan 2012, NU dan Muhammadiyah Berbeda Lagi

by
July 3rd, 2012 at 2:09 pm

Perbedaan penentuan waktu puasa antara Muhamadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU) masih berlanjut. Bulan Ramadhan 1433 Hijriyah di Indonesia berpotensi untuk dimulai di hari yang berbeda. Perbedaan ini disebabkan pendekatan dalam penentuan tanggal yang berbeda-beda.

Ahmad Izzudin, Koordinator Pendidikan dan Pelatihan Lajnah Falakiyah Pengeurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), mengatakan bahwa ada dua pendekatan dalam menentukan tanggal yaitu rukyatul hilal dan hisab rukyah. NU menggunakan metode rukyatul hilal sedangkan Muhammadiyah menggunakan metode hisab rukyah.

NU akan menentukan awal Ramadhan dengan melakukan pengamatan atau melihat hilal, sedangkan Muhammadiyah akan menentukan dengan cara perhitungan. Jika sesuai perhitungan, maka awal Ramadhan 2012 akan dimulai pada 20 Juli 2012. Sedangkan NU belum memutuskan karena masih menunggu hasil pengamatan. Namun, besar kemungkinan akan terdapat satu hari perbedaan, yaitu tanggal 21 Juli.

“Pada 1 Ramadhan berpotensi jatuh Sabtu 21 Juli 2012,” ujar Izzudin, seperti dikutip dari Tempo. Sedangkan Tafsir, Sekretaris Pimpinan Muhammadiyah Jawa Tengah, menyatakan bahwa Muhammadiyah menetapkan awal Ramadhan 1443 H akan dimulai pada 20 Juli 2012.

Pemerintah Indonesia sendiri lebih cenderung untuk menggunakan metode yang sama dengan NU. Pemerintah direncanakan akan menggelar sidang isbat (penentuan tanggal) pada 19 Juli mendatang.

Dalam sidang tersebut, pemerintah akan mengumpulkan para ahli untuk ikut menentukan tanggal datangnya bulan Ramadhan. Namun, tahun ini Muhammadiyah menolak untuk ikut sidang isbat. Menurut mereka, sidang isbat untuk penentuan awal Ramadhan tidak perlu dilakukan karena tidak mampu memberikan solusi terbaik terhadap perbedaan yang ada selama ini.

Comment di sini