Bali dan Yogya Bakal Punya Bandara Baru

by
July 5th, 2012 at 9:35 am

Image Source / Getty Image

Pemerintah telah menyiapkan US$ 1,354 miliar untuk membangun empat bandar udara baru bertaraf internasional. Keempat bandara tersebut akan dibangun di empat kota yaitu Bali, Yogyakarta, Pandeglang, dan Majalengka. Direncanakan, pembangunan empat bandar udara baru tersebut rampung pada 2017.

Sebelumnya, pemerintah membangun terminal khusus pesawat jet. Selain itu, mereka juga bercencana membangun New Bali Airport untuk menopang Bandara Internasional Ngurah Rai. Hal ini dilakukan karena Ngurah Rai dinilai mulai kewalahan menangani kedatangan para wisatawan asing maupun lokal.

Menurut data dari Biro Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali, tercatat 249.728 wisatawan asing dalam waktu satu bulan, yaitu selama Januari 2012. Jumlah tersebut belum termasuk wisatawan lokal dari berbagai kota di Indonesia.

Untuk itu, pemerintah telah menyiapkan dana sebesar US $510 juta. Tahun ini pemerintah tengah mempersiapkan proyek tersebut, sedangkan proses tender dan penanganan kontrak akan dilaksanakan pada 2013. Diharapkan pembangunan bandara tersebut akan dimulai pada tahun yang sama dan dapat mulai beroperasi pada 2016.

Sementara itu, pemerintah juga berencana membangun bandar udara baru di Yogyakarta karena Bandara Adisutjipto, yang saat ini memiliki trafik penerbangan yang mencapai 1.768 penumpang dari 22 maskapai penerbangan nasional dan internasional, juga mulai kewalahan menangani penumpang. Sementara itu, bandar udara tersebut tidak bisa diperbesar karena tidak dimungkinkan dari sisi geografis.

Untuk itu, pemerintah akan membangun Bandara Internasional Kulonprogo. Rencana tersebut didukung oleh pemda setempat yang telah menyiapkan lahan seluas 700 hektare.

Untuk merealisasikan rencana tersebut, pemerintah menyiapkan dana sebesar US$ 500 juta. Bandar udara bertaraf internasional tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada 2017. Persiapan proyek sudah dimulai tahun ini. Proses tender dilakukan pada 2013 dan pembangunan direncanakan berjalan 2015 hingga 2016.

Rencana-rencana pembangunan tersebut tercantum dalam Publik Private Partnership (PPP) Book 2012. Buku ini merupakan kumpulan proyek kerjasama yang akan ditawarkan pemerintah kepada pihak swasta.

Comment di sini