HTC Menang Atas Apple di Pengadilan Inggris

by
July 5th, 2012 at 11:41 am

HTC keluar sebagai pemenang dalam kasus tudingan pelanggaran hak paten yang dipermasalahkan Apple di London, Inggris.

Appple tuding HTC meniru teknologi fitur slide to unlock atau swipe to unlock yang dipergunakan di produk ponsel pintar besutan perusahaan asal Taiwan ini.

Namun, hakin pengadilan tinggi memutuskan tidak ada pelanggaran hak paten dalam penerapan teknologi tersebut. Apple tidak bisa membuktikan tudingannya bahwa HTC telah melanggar tiga teknologi milik perusahaan yang telah ditinggalkan Steve Jobs untuk selama-lamanya itu.

Selain slide to unlock, teknologi multisentuh dan kemampuan multibahasa papan ketik HTC juga dipermasalahkan oleh Apple.

Hakim mengatakan bahwa teknologi tersebut adalah pengembangan teknologi dari perangkat elektronik lain yang sudah ada sebelumnya.

Menanggapi keputusan hakim, pihak HTC menyatakan kepuasannya. Namun, HTC menyayangkan sikap Apple yang memilih untuk terus-menerus membawa masalah ke pengadilan daripada bersaing bersama di pasar.

Seorang juru bicara Apple, seperti dilansir The Australian, mengatakan bahwa perusahaannya beranggapan persaingan itu bagus tetapi pesaing harus menciptakan sendiri teknologinya, bukan mencuri.

Terkait keputusan Pengadilan Tinggi London, ia menolak berkomentar.

HTC pantas bersyukur atas keputusan pengadilan. Sebelumnya, HTC juga lolos dari investigasi International Trade Commission (ITC) yang berarti perangkat-perangkat perusahaan asal Taiwan ini boleh dipasarkan di Amerika Serikat.

Apple menuntut ITC mengadakan penyelidikan terkait pelanggaran hak paten terhadap sejumlah produsen ponsel pintar berbasis Android seperti HTC, Samsung, dan Motorola.

Hasilnya, Apple berhasil memenangkan gugatan di sejumlah negara seperti saat Samsung Galaxy Tab 10.1 akhirnya dilarang beredar di Amerika karena dianggap melanggar hak paten. Namun sejumlah tuntutan Apple juga sering mentah di pengadilan seperti kasus terbarunya dengan HTC di Pengadilan Tinggi London.

Comment di sini