Memukul Pantat Sebabkan Gangguan Jiwa

by
July 5th, 2012 at 2:50 pm

Anak-anak memang selalu aktif dan kadang tingkah mereka terlalu menjengkelkan. Pada saat seperti ini orang tua biasanya tidak sabar dan memukul anak mereka. Bagian yang paling sering dipukul adalah pantat. Adegan memukul pantat juga bisa dilihat di televisi seolah-olah hal seperti itu tidak memiliki resiko terhadap anak sehingga tidak jarang banyak juga yang meniru cara mendidik seperti ini.

Sebuah riset yang dipublikasikan dalam jurnal ilmu kesehatan anak di Kanada menunjukkan hasil yang mencengangkan. Hasil penelitian ini bisa menjadi masukan sebelum menjatuhkan hukuman fisik bagi anak.

Para peneliti memeriksa data dari hampir 35 ribu responden yang dikumpulkan badan sensus Amerika Serikat. Mereka ditanyai soal seberapa sering hukuman fisik mereka terima sewaktu kecil dan apakah ada gangguan mental yang mereka alami baik kini ataupun dahulu.

Berdasarkan hasil penelitian, gangguan suasana hati termasuk depresi dan gelisah, kecanduan alkohol, narkotika, gangguan kepribadian berhubungan dengan hukuman fisik. Mereka membuat perkiraan bahwa gangguan mental yang terjadi pada orang dewasa bisa jadi disebabkan oleh hukuman fisik sewaktu kecil seperti dorongan, pukulan, cengkeraman, dan tamparan.

Penelitian ini juga menunjukkan bahwa tamparan menyebabkan tingginya risiko terkena gangguan jiwa hingga 93 persen, depresi 41 persen, kecanduan alkohol dan narkoba 59 persen. Tracie Afifi, PhD dari University of Manitoba di Winipeg yang terlibat dalam penelitian sebagai ketua menyebutkan bahwa penelitian ini bukan hanya mengenai pukulan di pantat tapi juga hukuman fisik yang seringkali diberikan pada anak-anak.

Penelitian ini tidak memasukkan penganiayaan berat seperti kekerasan fisik dan pelecehan seksual. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hukuman fisik tidak seharusnya dilakukan pada anak-anak berapapun usia mereka. Peneliti riset ini juga mengatakan bahwa sangat penting bagi spesialis anak, orang tua dan juga pelayanan kesehatan lain untuk mengetahui hubungan antara gangguan mental dan hukuman fisik pada anak-anak.

Pada penelitian awal disebutkan bahwa memukul anak yang masih balita berkontribusi terhadap peningkatan agresivitas saat menginjak masa sekolah atau masa anak-anak. Di Indonesia sendiri memukul anak sudah menjadi hal yang lumrah dan biasa dilakukan. Banyak orang tua yang tidak mengerti dampak psikologis yang dihasilkan saat memberi hukuman fisik pada anak mereka.

Comment di sini