MMI: Terjemahan Ayat Al-Quran Versi Pemerintah Keliru

by
July 6th, 2012 at 8:54 am

Setelah kasus dugaan korupsi di proyek pengadaan Al-Quran mencuat, kini Kementerian Agama kembali digoyang dengan tudingan salah mengartikan ayat kitab suci umat Islam itu. Dalam terjemahan versi pemerintah, ada tiga ribu lebih ayat Al-Quran yang salah diartikan.

Setelah diteliti oleh pimpinan Majelis Mujahidin Indonesia (MMI), lebih dari tiga ribu ayat salah diterjemahkan Kementerian Agama. “3.226 ayat Al-Quran versi pemerintah (Kementerian Agama) yang diteliti Amir Mujahidin, Ustad Muhamad Thalib, keliru,” kata Ketua (MMI) Sumatera Utara, Zulkarnaian, seperti dikutip dari Tempo, Jumat (6/7/2012).

Lebih lanjut Zulkarnain menyebutkan, contoh terjemahan yang keliru bisa dilihat di surat Al-Baqarah ayat 191; “Yakni, bunuh di mana pun kamu temukan mereka (kafir)”. Menurut Zulkarnain terjemahan tersebut keliru dan sangat mengesankan Islam ini radikal.

Menurut Zulkarnain, pemerintah selama ini menerapkan cara penerjemahan yang keliru. Pemerintah menggunakan cara penerjemahan per kata bukan per kalimat. Padahal, seharusnya dalam mengartikan Al-Quran itu dilakukan dengan cara per kalimat atau tafsiriah (makna kalimat).

“Pemerintah menerjemahkannya kata demi kata, harfiah,” ujar Zulkarnain.

Sebenarnya pihak MMI telah memberikan peringatan kepada Kementerian Agama mengenai kekeliruan terjemahan Al-Quran tersebut. Namun, kenyataannya para pejabat Kementerian Agama selalu mengelak dan terus mengulangi kesalahannya setiap kali menerbitkan Al-Quran terjemahan.

Di tahun 2011, Ketua Lajnah Tanfidziyah MMI Pusat, Irfan S. Awwas, menilai bom bunuh diri di masjid Kepolisian Resor Kota Cirebon pada April 2011 adalah tanggung jawab Kementerian Agama. Menurutnya kesalahan penerjemahan Al-Quran yang dilakukan pemerintah menjadi pemicu tindakan radikalisme (teroris).

Hingga saat ini pihak Kementerian Agama belum juga memberikan tanggapan terkait tudingan penerjemahan Al-Quran yang keliru. Padahal, terjemahan Al-Quran versi pemerintah sudah banyak beredar sampai di Sumatera.

Apakah kelalaian Kementerian Agama ini ada hubungannya dengan kasus dugaan korupsi yang masih diselidiki oleh KPK?

Comment di sini