Ini Trik Cagub-Cawagub DKI Jakarta Bagi-bagi Fulus

by
July 10th, 2012 at 2:26 pm

www.antaranews.com

Berbagai cara dilakukan oleh para calon gubernur untuk menarik simpati warga. Sejauh ini, cara yang dinilai paling ampuh adalah dengan membagi-bagikan uang. Agar tidak mengacu kepada money politic (politik uang), para kandidat pemimpin Jakarta punya siasat tersendiri.

Tidak mudah untuk mengalirkan dana dalam jumlah besar kepada masyarakat. Salah satu metode yang dinilai aman untuk melakukan hal tersebut adalah dengan memberikan sumbangan. Sumbangan, dalam jumlah besar, tentu akan menarik simpati dalam jumlah besar. Namun, tentunya juga menimbulkan tanda tanya besar dan “suara miring” yang tidak kalah besarnya. Cara ini sepertinya kurang efisien.

Cara paling halus untuk mengalirkan dana dalam jumlah besar ke masyarakat adalah dengan memberikan ongkos penyebaran atribut kampanye. Mulai dari stiker, spaduk, kaus, buku program, dan lain-lain. Majalah Tempo edisi 9 Juli 2012 melaporkan hal tersebut.

Daerah yang paling empuk untuk melakukan manuver tersebut adalah Jakarta Timur. Wilayah ini, dengan 30 persen pemilih Jakarta terdapat di dalamnya, merupakan wilayah dengan jumlah suara terbanyak dibanding empat wilayah Jakarta yang lain.

Di Cipinang Cempedak, beberapa orang dengan bergepok-gepok uang mengaku sebagai tim sukses pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli datang dua hari sebelum masa kampanye dimulai. Mereka kemudian meminta kepada para ketua Rukun Warga (RW) untuk mengumpulkan para ketua Rukun Tetangga (RT). Setiap ketua RT mendapatkan biaya pemasangan atribut partai.

Biaya untuk menyebarkan atribut kampanye, yang berada di tangan ketua RT, terbilang cukup besar, bisa mencapai Rp 500 ribu per orang. Namun, warga yang berminat untuk melakukan tugas tersebut hanya mendapat Rp 300 ribu per orang.

Warga pun menyambutnya dengan senang hati. Bagi sebagian –mungkin sebagian besar– warga DKI, uang Rp 300 ribu adalah jumlah yang besar dan mereka menerima karena itu adalah sebuah “pekerjaan” atau “rezeki nomplok” yang tidak mengikat. Di dalam bilik suara, mereka akan tetap memilih sesuai kehendak mereka.

Comment di sini