Ponari “Si Dukun Cilik” Tak Lulus SD

by
July 10th, 2012 at 9:33 am

REUTERS/Sigit Pamungkas (Indonesia)

Ponari yang dikenal sebagai dukun cilik dari Jombang ternyata tidak lulus Sekolah Dasar (SD). Ponari terpaksa harus mengulang lagi di kelas VI (6) untuk tahun ajaran 2012/2013. Kenapa dukun cilik ini tidak lulus?

Menurut keterangan dari Kepala SD II Balongsari Misbahul Huda, Ponari yang duduk dibangku kelas 6 itu tidak lulus karena tidak mau mengikuti ujian nasional (UN). Pasalnya, dukun cilik ini tidak mau sekolah saat UN digelar. Alhasil, Ponari harus mengulang lagi di kelas IV.

“Kami dan keluarga berusaha membujuk, namun Ponari bergeming,” jelas Misbahul, seperti dikutip dari Tribunnews, Senin (9/7/2012) kemarin.

Namun, Misbahul menjelaskan, Ponari akhirnya mau melanjutkan sekolah meski harus mengulang di kelas 6 untuk tahun ajaran baru. “Alhamdulillah, mulai tahun ajaran baru ini Ponari mau sekolah lagi, meski harus mengulang kelas VI,” jelas Misbahul.

Sejak menjadi dukun cilik yang kondang pada tahun 2009, kehidupan keluarga Ponari mulai mengalami perubahan. Namun, setelah ekonomi keluarganya meningkat drastis, Ponari justru tidak mau sekolah. Hingga pada akhirnya dia tidak mengikuti UN tingkat SD beberapa waktu yang lalu.

Untungnya, niat belajar Ponari kembali muncul setelah ia dinyatakan tidak lulus. Ponari mulai terlihat beraktivitas di sekolah pada Senin (9/7/2012) kemarin. Dengan mengenakan seragam putih-merah, Ponari langsung memasuki ruang kelas saat tiba di sekolah.

Kini adik kelasnya menjadi teman sekelas Ponari karena dia harus mengulang di kelas 6. “Saya masuk sekolah lagi, mengulang kelas VI lagi,” kata Ponari saat ditanya wartawan, Senin (9/7/2012).

Namun, saat ditanya soal batu ‘petir’ yang bisa mengobati berbagai macam penyakit pada pasiennya, Ponari memilih bungkam. Dia hanya menggeleng-gelengkan kepala dan tidak mau membicarakan soal batu ‘sakti’ yang menghebohkan tersebut.

Kini jumlah pasien yang datang ke Ponari pun sudah mulai surut. Berbeda dari pertama kemunculannya yang bisa mencapai puluhan ribu pasien. Bahkan karena terlalu lama berhimpitan setidaknya tiga orang dinyatakan tewas.

Comment di sini