Yaah, 4G Masih Jauh Diterapkan di Indonesia

by
July 10th, 2012 at 6:42 pm

Jakarta (CiriCara) – Rencana pemerintah untuk menerapkan teknologi 4G atau Long Term Evolution (LTE) menemui beberapa kendala. Meskipun telah mencoba beberapa skenario, Indonesia masih belum bisa menikmati teknologi 4G tersebut.

Menurut Ridwan Effendi yang merupakan anggota Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI), ada beberapa aturan atau regulasi yang mengganjal penerapan teknologi tersebut. Ia menambahkan bahwa 4G atau LTE bisa diterapkan di Indonesia dalam dua tahun ke depan namun masih diperlukan penyesuaian beberapa peraturan khususnya masalah penentuan frekuensi.

Peraturan yang menjadi kendala adalah revisi Peraturan Pemerintah nomor 53/tahun 2000 tentang penggunaan spektrum dan Undang-Undang nomor 36/1999 tentang Telekomunikasi. Penyebab utamanya dalah ketidakjelasan frekuensi atau spektrum bagi teknologi 4G atau LTE.

Ada beberapa frekuensi yang bisa dipakai oleh pemerintah untuk diterapkannya teknologi 4G yaitu 700 MHz, 900 MHz, 1800 MHz, 2100 MHz, atau 2300 MHz. Frekuensi 2100 MHz kini masih digunakan untuk 3G. Saat ini, masih terjadi perdebatan mengenai frekuensi yang akan digunakan. Frekuensi 700 MHz baru akan digunakan pada 2018 nanti, Frekuensi 900 MHz menunggu lelang 3G selesai dan frekuensi 2100 masih digunakan untuk 3G.

Frekuensi yang paling mungkin dipakai adalah 1800 dan 2300. Di dua frekuensi tersebut, perdebatan masih berlangsung karena belum ada kesepakatan antar-operator. Masalahnya, masih banyak pelanggan telekomunikasi di Indonesia yang menggunakan ponsel dengan kemampuan 2G. Sedangkan perangkat 3G masih mahal dan 4G masih terbatas.

“Kendalanya adalah dengan ganti teknologi di frekuensi yang sama ini akan menyebabkan perpindahan layanan yang signifikan. Layanan pelanggan akan mati. Waktu perpindahan juga lama, investasinya besar,” ujarnya seperti dikutip dari Kompas. (dd)

Comment di sini