Jokowi Ungkap Dugaan Kecurangan Pilkada DKI

by
July 11th, 2012 at 12:27 pm

Republika

Jakarta (CiriCara) – Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta yang berlangsung hari ini, Rabu (11/7) rawan diwarnai aksi curang oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Salah satu calon gubernur (cagub) DKI Jakarta, Joko Widodo atau akrab disapa Jokowi, mengungkapkan hasil pemilihan umum selalu berpotensi dimanipulasi, tidak hanya dalam Pilkada DKI Jakarta, tapi juga dalam pemilu-pemilu lainnya.

Jokowi yang hadir menemani Megawati untuk mencoblos pada pemilu hari ini mengatakan bahwa ia mendapatkan sejumlah pesan singkat yang berisi laporan kecurangan.

Namun karena ia belum memiliki bukti, ia belum bisa berbicara.

“Kecurangan bisa saja di IT dan kertas suara,” ungkap Jokowi seperti dikutip dari JPNN.

Terlepas dari laporan adanya kecurangan tersebut, Jokowi tetap berharap pemilu bisa berjalan dengan adil.

Tiap pasangan cagub-cawagub sendiri sebenarnya sudah mengirimkan saksi-saksi di semua Tempat Pemungutan Suara (TPS) untuk mengantisipasi adanya kecurangan.

Saksi dari tim sukses Jokowi-Ahok ada kurang lebih 45.000 orang. Mereka tersebar di semua TPS wilayah DKI Jakarta. Saksi terdiri dari partai pengusung yaitu PDIP dan Gerindra, serta dibantu oleh relawan.

Selain saksi, dibentuk dan disebar pula satuan petugas anticurang dan antipolitik-uang di setiap wilayah.

Namun, ada sejumlah laporan tentang adanya TPS yang menolak saksi berbaju kotak-kotak yang identik dengan saksi pasangan Jokowi-Ahok. Akun Twitter @datuakrajoangek mengatakan, “H. Bertos, ketua RW13 di TPS 43, melarang saksi kotak2 masuk. Alasannya perintah kelurahan tanah sereal.”

Twitter/@datuakrajoangek

Sebelumnya ia juga mengungkap bahwa ada satu TPS di Bukit Duri, yaitu TPS 27 yang dibuat di dalam rumah. Ia menyoroti soal ketransparanan proses pemilu apabila tidak dilakukan di ruang terbuka. (hp)

Comment di sini