Demokrat Mau Tiru Gaya Kampanye Jokowi

by
July 13th, 2012 at 11:17 am

Solopos

Makassar (CiriCara.com) - Kesuksesan Joko Widodo atau akrab disebut Jokowi dalam perhitungan cepat Pilkada DKI Jakarta 2012, ternyata menjadi inspirasi oleh banyak pihak. Salah satunya adalah dari kalangan Partai Demokrat dalam mengusung calonnya.

Seperti yang diungkapkan Sekretaris Dewan Pengurus Daerah Demokrat Sulawesi Selatan, Andi Irwan Pattawari, ilmu pendekatan Jokowi memang manjur. Terbukti, Jokowi-Ahok menjadi pasangan yang paling kuat di quick count Pilkada DKI Jakarta 2012.

Karena itulah, Irwan mengaku kalau partainya akan meniru cara-cara yang dipakai Jokowi itu. Apalagi sebentar lagi Partai Demokrat akan mengusung calonnya untuk menjadi Gubernur di Pilkada Gubernur Sulawesi Selatan yang akan berlangsung Januari tahun depan.

Menurut Irwan, Jokowi melakukan kampanye dengan melakukan mendekatan ‘kebatinan’ kepada masyarakat Jakarta. Maksudnya adalah tampil dengan gaya sederhana dan tidak arogan serta mau bergabung dengan masyarakat. Ia menilai ini adalah cara yang tepat untuk meraih simpati masyarakat.

Sementara itu, Ketua Dewan Pengurus Wilayah Partai Bintang Reformasi Sulawesi Selatan, Nur Hasan, menuturkan kemenangan Jokowi-Ahok bisa menjadi inspirasi partai koalisi. Nur yakin inspirasi ini bisa jadi kunci kemenangan pasangan Ilham Arief Sirajuddin-Aziz Qahar Udzakkar di pemilihan Gubernur Sulawesi Selatan

“Kami yakin pak Ilham-Aziz bisa mengalahkan incumbent Syahrul Yasin Limpo sama yang terjadi di pemilihan DKI Jakarta,” kata Nur seperti dikutip dari Tempo.

Strategi kampanye Jokowi-Ahok menurut Pengamat Politik dari Universitas Islam Negeri (UIN), Muhammad Sabri, pasti akan bermanfaat untuk calon Gubernur di Sulawesi Selatan. Apalagi di pemilihan Gubernur Sulawesi Selatan ada juga calon yang datang dari luar daerah.

Ilham adalah Wali Kota Makassar yang siap melawan incumbent Syahrul Yasin Limpo di Pilgub Sulawesi Selatan. Ini hampir mirip dengan kondisi Pilgub di DKI Jakarta yang kedatangan calon dari luar daerah yakni, Jokowi dari Solo, Jawa Tengah.

Menurut Muhammad, ini adalah peringatan untuk incumbent karena ada calon kuat dari luar daerah. Apalagi kini menurutnya startegi dan peta politik sudah berubah dan sangat cepat. (YG)

Comment di sini