Mengenal Apa sih Autisme Itu?

by
July 13th, 2012 at 2:25 pm

CiriCara.comAutisme di dalam dunia kedokteran tidak dikategorikan sebagai sebuah penyakit, apalagi penyakit menular.  Kata “Autisme” berasal dari bahasa Yunani , “autos” yang memiliki arti “ diri”. Gangguan ini pertama kali diketahui oleh seorang ilmuwan yang bernama Leo Kanner di tahun 1943.

Semua anak di dunia ternyata memiliki kadar autisme. Namun, jumlahnya berbeda-beda oleh karena itu perlakuan yang seharusnya diberikan pada anak autis juga berbeda. Sebuah fakta mengejutkan menyebutkan bahwa di dunia ada 1 dari 100 anak yang didiagnosa dengan autisme.

Anggapan bahwa anak yang mengidap autisme harus disembuhkan itu tidak benar. Mereka harus diarahkan untuk dapat mengembangkan potensi yang ada dalam diri mereka. Pemerintah juga tidak tinggal diam. Langkah nyatanya bisa dilihat dari Sekolah Luar biasa atau SLB yang dibangun bagi anak-anak yang mengidap autisme. Anak-anak autisme memiliki cara berinteraksi yang berbeda dengan anak pada umumnya namun ada juga kasus anak autis yang sama sekali tidak dapat berinteraksi dengan anak lain.

Pembangunan SLB tidak cukup untuk menangani masalah ini. Program inklusi yang menggabungkan antara anak autisme dan anak lain yang normal dalam satu sekolah juga dibuat. Materi yang diajarkan ditambah agar bisa diserap anak autis. Para pengajar diberi pembekalan mengenai autisme dan juga penambahan fasilitas. Hal ini dimaksudkan agar anak autisme memiliki kesempatan yang sama dengan anak pada umumnya.

Ciri-ciri anak autis sebenarnya bisa dilihat semenjak dini. Anak yang tidak dapat bertatap mata, pengulangan gerakan seperti menepuk tangan berputar-putar atau gerakan lain yang tidak memiliki tujuan. Anak autis tentu saja berbeda dengan gangguan mental lainnya. Ia juga tidak dapat berbicara dengan lancar atau hanya mengulang-ulang kata tanpa tujuan.

Penanganan anak autisme pun beragam. Para psikiater biasanya menggunakan obat dan juga terapi seperti terapi bicara, motorik, perilaku dan lain sebagainya. Hal lain yang juga berperan penting bagi perkembangan anak adalah penerimaan orang tua. Psikiater tidak dapat bekerja sendiri. Peran orang tua dalam perkembangan anak akan menentukan hasil yang diperoleh. (GT)

Comment di sini