CiriCara: 2 Cara Mudah Laporkan Korupsi ke KPK

by
July 16th, 2012 at 3:56 pm

Jakarta (CiriCara.com) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah membuka dua cara yang memudahkan masyarakat untuk melaporkan praktik korupsi. Dengan ini, diharapkan seluruh lapisan  masyarakat dapat ikut berpartisipasi dalam memberantas korupsi di Indonesia.

Cara pertama adalah dengan mengirim SMS ke 1575. KPK telah bekerja sama dengan beberapa operator seluler di Indonesia seperti PT Axis Telekom Indonesia, PT Bakrie Telekom Tbk, Hutchison Telecommunication, PT Indosat Tbk, PT Sampoerna Telekomunikasi, Telkomsel, PT Smartfren Telecom Tbk, PT Telkom, dan PT XL Axiata Tbk.

Untuk biaya, masyarakat yang melapor akan dikenakan tarif normal sesuai dengan operator masing-masing. Menurut Rahmat Junaedi, Perwakilan PT Bakrie Telekom Tbk, SMS pengaduan tersebut tidak digratiskan karena khawatir SMS yang masuk lebih banyak informasi yang tidak serius.

Rahmat juga menambahkan bahwa baik itu data pelanggan maupun isi laporan terjamin keamanannya karena telah ada kesepakatan bahwa pihak operator menjamin keamanan laporan yang ditujukan ke KPK. SMS yang dikirim dari masyarakat akan diterima langsung ke server khusus KPK.

“Dari pelanggan langsung ke server, tidak ada human touch di sana. Tidak perlu khawatir operator melakukan sesuatu karena data pelanggan dijamin. Kami tidak berhak membuka isi pesan singkat selain diminta aparat penegak hukum. Bahkan, Kemenkominfo minta pun, kami tidak akan berikan,” ujar Rahmat seperti dikutip dari Kompas.

Cara kedua yang disediakan KPK adalah melalui whistle blower system (sistem pengungkap aib). Sistem tersebut disediakan KPK untuk masyarakat yang ingin melaporkan tindak pidana korupsi yang tergolong skala besar. Ada empat kriteria pengaduan untuk melaporkan melalui whistle blower system tersebut:

1. Memenuhi ketentuan Pasal 11 UU RI No. 30 Tahun 2002.

  • Melibatkan aparat penegak hukum, penyelenggara negara, dan orang lain yang ada kaitannya dengan tindak pidana korupsi yang dilakukan oleh aparat penegak hukum atau penyelenggara negara;
  • Mendapat perhatian yang meresahkan masyarakat; dan/atau
  • Menyangkut kerugian negara paling sedikit Rp. 1.000.000.000,00 (satu milyar rupiah).

2. Menjelaskan siapa, melakukan apa, kapan, di mana, mengapa dan bagaimana.

3. Dilengkapi dengan bukti permulaan (data, dokumen, gambar dan rekaman) yang mendukung/menjelaskan adanya TPK.

4. Diharapkan dilengkapi dengan data sumber informasi untuk pendalaman.

Jika Anda mengetahui sebuah pratik korupsi yang memenuhi empat kriteria tersebut dan anda ingin menjadi whistle blower, segera laporkan lewat situs KPK dan laporan Anda akan segera diproses lebih lanjut.

Whistle blower sendri–menurut situs resmi KPK– didefinisikan sebagai seseorang yang melaporkan perbuatan yang berindikasi tindak pidana korupsi yang terjadi di dalam organisasi tempat dia bekerja, dan dia memiliki akses informasi yang memadai atas terjadinya indikasi tindak pidana korupsi tersebut. (dd)

Comment di sini